KEDIRI, JP Radar Kediri - Bagi warga Desa Puncu, Kecamatan Puncu, kesukaan pada olahraga-terutama sepak bola-sudah mendarah daging. Mereka bahkan punya tiga klub yang berdiri sejak 1980-an. Meskipun sempat vakum, saat ini tiga klub tersebut kembali aktif.
“Tiga klub ini anggotanya gabungan dari lima dusun yang ada,” terang Kepala Desa (Kades) Puncu Hengky Setyawan.
Tiga klub sepak bola di desa ini adalah Persengkongo, Lamor Kelud FC, dan Putra Mars. Setiap klub memiliki 20 sampai 30 pemain. Namun, satu yang sudah mengurus izin dan membuka sekolah sepak bola (SSB) adalah Persengkongo.
Pemdes Puncu sangat menyambut baik keberadaan tiga klub tersebut. Memberikan dukungan penuh pada perkembangan mereka. Bentuknya berupa perbaikan sarana dan prasarana, khususnya lapangan yang digunakan untuk berlatih setiap hari.
Rencananya, perbaikan lapangan itu akan berlangsung pada tahun ini. Menggunakan anggaran dari dana desa (DD) perbaikan tersebut juga mencakup penambahan beberapa fasilitas. Seperti kamar mandi dan joging track.
Tak hanya itu, pemdes juga membantu dalam bentuk lain. Yaitu pemberian sumbangan untuk kostum klub.
“Selain perbaikan fasilitas, tahun lalu juga ada sumbangan jersey untuk ketiga klub,” kata laki-laki yang tekag menduduki posisi kepala desa selama dua periode Tak hanya sepak bola, Pemdes Puncu juga memperhatikan juga cabang olahraga lain. Seperti bola voli misalnya. Di desa ini juga ada satu klub bola voli yang eksis hingga kini. Pemdes juga memberikan dukungan berupa fasilitas.
Berikan Pelatihan dan Jalan Baru
Desa Puncu juga terkenal akan hasil buminya. Tidak hanya durian, kopi dan cengkih, wilayah seluas lebih dari 462 hektare ini juga produsen cabai rawit. Dari 8.137 jiwa, hampir 60 persennya merupakan petani cabai.
Pemdes Puncu pun memberikan dukungan pada kehidupan para petani ini. Bentuknya dengan memberi pelatihan agar meningkatkan kapasitas mereka.
“Salah satu pelatihan ini terkait membuat laporan administrasi,” terang Kades Hengky Setyawan.
Menurut Hengky, pelatihan administrasi tersebut banyak sekali manfaatnya. Mulai dari pencatatan aset, hasil pertanian, kebutuhan pupuk, hingga bantuan apa saja yang diterima. Ini membuat para petani bisa bekerja secara terstruktur dan terukur. Sehingga mampu meningkatkan produktivitas hasil.
“Kedepan menggelar lagi pelatihan yang dibutuhkan kelompok tani. Seperti (bagaimana) tanaman horti yang baik,” sambungnya.
Selain itu, dukungan juga dirupakan pengadaan proyek infrastruktur. Yaitu pengadaan jalan usaha tani. Sebagai wujud dari program ketahanan pangan.
“Untuk jalan di perkampungan tahun depan sudah selesai. Ini tinggal jalan di area persawahan,” kata bapak dari tiga anak tersebut.
Pada 2023 pembangunan jalan dilakukan di tiga lokasi. Yaitu di Dusun Laharpang, Puncu, dan Pugeran. Di Dusun Laharpang panjangnya 400 meter, di Dusun Puncu ada dua titik perkiraan 500 meter, dan Dusun Pugeran 700 meter.
Pembangunan jalan tersebut akan berlanjut 2024 ini. Lokasinya di Dusun Sukomoro dan Dusun puncu. Masing - masing panjangnya sekitar 250 meter. Sebelum dicor, awalnya hanya berupa jalan tanah.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah