Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Profil Desa Puhjarak, Plemahan, Kabupaten Kediri: Menggencarkan Upaya Penurunan Angka Stunting

Habibaham Anisa Muktiara • Selasa, 26 Maret 2024 | 18:39 WIB

 

 

Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri- Bila dilihat dari persentase, angka stunting di Desa Puhjarak memang bukan yang tertinggi. Namun, realitanya, jumlah stunting di desa ini relatif banyak. Hal itulah yang membuat pemerintah desa berusaha mati-matian melakukan upaya penurunan angka stunting.

Perang terhadap stunting sudah dimulai Pemdes Puhjarak, Kecamatan Plemahan usai Pandemi Covid-19. Mereka mengalihkan alokasi penggunaan dana desa untuk menekan angka stunting. Berbagai cara pun dilakukan.

“Pada 2022 angka stunting di Desa Puhjarak sempat tinggi,” aku Kepala Desa Puhjarak Drs Sugiyo.

Setelah pandemi usai, dana untuk penanggulangan Covid-19 dialihkan untuk menangani stunting. Mulai untuk pembelian susu bagi ibu hamil, vitamin, dan susu balita stunting.

“Pemberian makanan tambahan, semua ini menggunakan dana desa,” terangnya.

Tidak hanya itu saja, untuk mendeteksi anak yang dilahirkan stunting atau tidak pemerintah desa juga memfasilitasi pembelian alat. Yaitu alat tes haemoglobin. Membuat warga tak perlu ke laboratorium untuk melakukan pemeriksaan. Dengan lengkapnya fasilitas penanganan stunting, tidak heran jika Puskesmas Plemahan menganggap Desa Puhjarak menjadi salah satu desa di Kecamatan Plemahan yang mendukung program kesehatan.

Setelah kasus stunting mengalami peningkatan, kader desa yang didampingi oleh bidan desa tidak hanya memberikan makanan tambahan saja. Mereka membentuk Posyandu Stunting yang fokus menangani persoalan ini.

“Anak–anak yang mengalami stunting akan mendapatkan tambahan makanan,” kata bidan Desa Puhjarak Lia Kristianingsih.

Khusus anak yang mengalami stunting, selain mendapatkan susu juga makanan buatan kader kesehatan. Selama tiga bulan diberi makanan tambahan, nantinya akan dilihat perkembangannya.

Sedangkan untuk ibu hamil, selain mendapatkan makanan tambahan juga diberi edukasi. Dalam kelas ibu hamil, mereka mendapatkan pengecekan kesehatan, senam, dan pemaparan tentang pola asuh.

 

Punya Lumbung, Pinjamkan Gabah saat Paceklik

Ada keistimewaan yang dimiliki Desa Puhjarak, Kecamatan Plemahan. Mereka punya lumbung pangan. Dikelola oleh kelompok tani setempat. Keberadaan lumbung pangan ini sangat membantu petani saat kesulitan.

“Lumbung pangan ini sangat membantu petani saat sedang musim paceklik,” terang Kades Puhjarak Drs Sugiyo.

Menurut Sugiyo, lumbung pangan di desanya sudah ada sejak dahulu. Diisi ketika sedang musim panen. Setidaknya sekitar 20 persen hasil panen yang dimasukkan ke lumbung.

“Nantinya ketika masa paceklik baru dikeluarkan,” jelasnya.

Musim paceklik ini biasanya terjadi saat  kemarau. Ketika petani ini membutuhkan pupuk dan air akan dipinjami dari lumbung pakan tersebut. Gabah akan djadikan beras kemudian dijual. Hasilnya untuk biaya tanam.

“Gabah yang dipinjam ini ada yang dijual untuk biaya produksi, ada juga yang dikonsumsi,” kata Sugiyo.

Gabah yang dipinjam dari lumbung padi ini dikembalikan setelah musim panen. Gabah yang dipinjamkan untuk warga dan petani ini sekitar 10 hingga 15 persen.

Keberadaan lumbung pangan ini membuat warga tidak sampai meminjam ke pihak lain. Sebab, jika ke pihak lain, harga gabah rendah. Sedangkan jika menjual di kelompok tani, bebas menjual dalam bentuk gabah atau bentuk beras. “Gabah yang normalnya harga Rp 7 ribu, ini sampai dihargai Rp 3 ribu, jadi kasihan petani,” ungkap Sugiyo.

Ke depannya, lumbung padi ini akan dikembangkan. Yaitu mengarah ke pertanian menggunakan pupuk organik. Pembuatan pupuk organik ini akan bekerja sama dengan karang taruna. 

“Saat ini masih mempersiapkan lokasi pengolahan, dan masih melengkapi peralatan,” pungkasnya. 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radarkediri #desa milenial #jawapos #stanting