KEDIRI, JP Radar Kediri- Pemerintah Desa (Pemdes) Mojokerep bertekad meningkatkan kualitas infrastruktur yang terkait program ketahanan pangan. Seperti merealisasikan proyek rabat beton untuk memperlancar akses transportasi pertanian.
Program ketahanan pangan selalu menjadi perhatian besar Pemdes Mojokerep, Kecamatan Plemahan. Setiap tahun mereka meningkatkan kualitas infrastruktur, khususnya akses jalan ke area persawahan. Setidaknya sudah 65 persen sudah terlaksana.
“Rata-rata pembangunan ini untuk program ketahanan pangan,” jelas Sekretaris Desa Afrizal Setiawan.
Sebelumnya fasilitas itu berupa jalan tanah. Kondisi ini membuat jalan tersebut sulit untuk dilalui kendaraan.Terutama bagi petani yang hendak mengambil hasil panen menggunakan truk.
“Ketika kemarau banyak debu tapi bila hujan becek dan berlumpur,” terangnya.
Tahun ini Rabat jalan di Dusun Klampisan. Sebelumnya, jalan ini berwujud makadam.
“Untuk tahun ini hanya di satu dusun saja, panjangnya ini sekitar 1325 meter dengan lebar 3,2 meter,” kata Afrizal.
Perlu diketahui bahwa Desa Mojokerep, Kecamatan Plemahan ini luasnya sekitar 300 hektare. Dari luasan tersebut rata-rata masyarakatnya menanam Jagung, kacang hijau, kacang tunggak, kedelai, singkong, kentang, ubi, gembili, wortel, mentimun, oyong, kacang panjang, dan talas. Karena bertani ini paling banyak menjadi mata pencaharian warganya, sehingga kegiatan infrastruktur perabatan jalan ini sangat dibutuhkan.
Hanya saja karena untuk pembuatan rabat beton ini menggunakan dana desa. Sehingga tidak bisa dilakukan sekaligus, namun dilakukan secara bertahap.
Sementara itu pemerintah Desa Mojokerep, Kecamatan Plemahan ini juga memiliki kegiatan ketahan pangan non-fisik. Pemerintah desa berencana membagikan ratusan bibit tanaman buah. “Tanaman tersebut alpukat dan durian,” ujar Afrizal.
Tujuan membagikan bibit pohon buah tersebut untuk menambah penghasilan warga. Bahkan sebelum dibagikan bibit pohon buah, warga juga akan mendapatkan pelatihan terkait perawatan.
Jaga Mutu, Keripik Tempenya Terkenal hingga Luar Daerah
Perkembangan dunia usaha di Desa Mojokerep, Kecamatan Plemahan berkembang pesat. Meski mayoritas petani, banyak warga yang menggeluti UMKM. Salah satunya adalah Anna Zullyanti, 45. Perempuan asal Dusun Klampisan ini memiliki usaha pembuatan keripik tempe.
“Saya sudah menjalan usaha ini selama 14 tahun,” terang Anna, yang punya dua karyawan ini.
“Dua karyawan itu bertugas di produksi, saya langsung pemasarannya,” imbuhnya.
Awalnya, Anna menitipkan keripik tempenya di warung sekitar rumah. Ketika mengirim dia juga membawa sang anak yang bernama Reza. Nama sang anak inilah yang dia jadikan label produk.
“Dulu saya menjual bungkusan kecil, dengan harga Rp 1.000,” kenang Anna. Seiring berkembangnya waktu, usaha Anna semakin meningkat. Kini tidak hanya dipasarkan di wilayah Kediri, juga hingga Kertosono. Apalagi dengan adanya peningkatan bentuk kemasan.
Dibandingkan dengan hari biasa, pesanan kripik tempenya akan membeludak ketika hari besar. Seperti ketika hari Raya Idul Fitri, hingga Hari Natal bisa naik berlipat-lipat.
Agar menjaga mutu, Anna hanya menggunakan bahan-bahan yang berkualitas. Seperti halnya minyak yang digunakan untuk menggoreng, ia hanya menggunakan minyak goreng kemasan.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah