Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Profil Desa Bogokidul, Plemahan, Kabupaten Kediri: Wadahi Kegemaran Olahraga Warga dengan Membangun Sport Center

Habibaham Anisa Muktiara • Kamis, 21 Maret 2024 | 19:39 WIB
Photo
Photo

 

 

KEDIRI, JP Radar Kediri- Pembangunan gedung olahraga menjadi fokus Pemerintah Desa Bogokidul, Kecamatan Plemahan saat ini. Yang masih berlangsung hingga saat ini.

“Pembangunan gedung olahraga ini dilakukan secara bertahap,” jelas Kepala Desa Bogokidul Andik Setya.

Gedung ini berukuran 40x50 meter. Dengan tinggi 12 meter. Meski belum jadi sepenuhnya namun atapnya sudah terpasang. Juga beberapa fasilitas lapangan serta tribun di sisi utara yang sudah jadi.

“Rencananya nanti tribun tersebut akan dibuat mengelilingi lapangan,” imbuhnya.

Gedung ini dibangun mulai 2019. Rencananya akan berisi tiga lapangan. Yaitu  futsal, basket, dan voli. Selain itu juga bisa digunakan untuk latihan bela diri.

“Pada awal pembangunan ini diawali dengan pembuatan lantai,” lanjut Andik. Setelah pembuatan lantai  dilanjutkan embuatan atap hingga tribun.

Meski  gedung olahraga ini sudah memiliki lampu, gawang futsal, ring bola basket, dan net. Karena itu sudah bisa dimanfaatkan meskipun belum maksimal.

“Untuk ring ini masih kami perbaiki, nanti rencana akan kami tanam di belakang gawang,” kata laki-laki berusia 43 tahun tersebut.

Andik menambahkan selain untuk kegiatan olahraga, gedung tersebut dapat digunakan kegiatan lainnya. Terutama untuk pernikahan maupun pertemuan dalam jumlah besar. 

Pembangunan gedung olahraga menjadi fokus Pemerintah Desa Bogokidul, Kecamatan Plemahan saat ini. Yang masih berlangsung hingga saat ini.

Bersih Desa sebelum Puasa Ramadan

Bila dibandingkan desa lain, ada yang berbeda dengan Desa Bogokidul dalam menggelar kegiatan bersih desa. Tidak seperti kebanyakan yang berlangsung di bulan Suro, tapi di sini digelar sebelumRamadan.

“Kegiatan ini sudah lama dilakukan secara turun-temurun,” jelas Kades Andik Setiawan.

Kegiatan bersih desa ini memiliki rangkaian kegiatan. Malam hari sebelum hari H, semua warga menggelar doa bersama di balai desa.

“Setelah itu dilanjutkan dengan kepala desa dan perangkatnya melakukan doa di punden,” imbuhnya.

Punden tersebut bernama Mbah Setono. Masyarakat desa ini percaya bahwa Mbah Setono merupakan sosok yang pertama kali babat alas.

Kegiatan berdoa di punden tersebut dimulai pukul 00.00 hingga pukul 01.00 WIB. Saat berdoa di punden, mereka membawakan bunga digunakan sebagai sesajen. Bunga tersebut diletakan pada punden tersebut.

“Baru ketika hari H kegiatan bersih desa, warga desa

Baca Juga: Profil Desa Blimbing, Mojo, Kabupaten Kediri: Bangun Gedung Olahraga Kekinian untuk Pikat Generasi Kini Berolahragalangsung datang ke punden dengan membawa berkatnya masing-masing,” urai Andik.

Setiap keluarga membawa satu berkat. Isinya mulai dari urap-urap, sayur  tahu tempe kentang, dan ayam utuh. Tujuan doa bersama di area punden, selain untuk bersyukur, juga untuk mengingat leluhur desa.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radarkediri #desa milenial #gedung olahraga #jawapos