KEDIRI, JP Radar Kediri - Setiap manusia harus menjaga kesehatan fisik, psikis, sosial dan spiritual. Ketika sedang puasa rupanya tidak hanya berpengaruh pada kesehatan fisik saja. Tetapi juga kesehatan psikis, sosial dan spiritual.
Psikolog Klinis Tatik Imadatus Sa’adati menjelaskan bahwa ketika berpuasa, tubuh mengeluarkan hormon yang diproduksi oleh kelenjar pituitari. Hormon yang diproduksi ini adalah hormon serotonin, endorphin, dan oksitosin. Ketiga hormon tersebut sebagai bahan bakar sistem emosi seseorang.
Dosen Fakultas Psikologi IAIN Kediri ini mengatakan asupan makanan yang baik mempengaruhi kondisi hormon seseorang. “Karena hormon yang sangat stabil, hal tersebut sangat mempengaruhi suasana hati,” ujar Tatik.
Menurutnya, puasa juga dapat meningkatan produksi hormon dopamin dalam tubuh. Dopamin dikenal sebagai hormon kebahagiaan yang memainkan peran penting dalam mengatur rasa senang, motivasi, dan kesempatan belajar. Dengan adanya peningkatan kadar dopamin selama periode puasa, seseorang mungkin merasa lebih termotivasi, bersemangat, dan bahagia.
“Saat berpuasa seseorang melakukan latihan pengendalian diri,” imbuhnya. Tujuan pengendalian diri untuk mengasah kemampuan mengelola emosi dan kontrol diri. Selama periode puasa, seseorang sering kali berada dalam situasi di mana mereka harus menghadapi rasa lapar, haus, dan ketegangan fisik. Hal ini dapat menjadi pembelajaran berharga dalam mengelola stres dan kecemasan, karena seseorang belajar untuk menghadapi ketidaknyamanan dengan ketenangan dan kesabaran.
Dengan demikian, puasa bisa menjadi latihan mental yang membentuk ketangguhan psikologis seseorang. Sehingga dapat berdampak positif dalam menghadapi tantangan kehidupan sehari-hari.
“Jadi puasa ini selain dapat mengelola emosi. Namun juga dapat melatih kedisiplinan, manajemen stress, dan ketajaman memori,” kata Tatik.
Keberhasilan dalam menjalani puasa juga dapat meningkatkan rasa percaya diri dan keberhasilan pribadi seseorang. Ketika seseorang mampu melewati tantangan puasa dengan baik, hal ini dapat memperkuat keyakinan diri. Termasuk memberikan pengalaman positif bahwa individu mampu mengatasi hambatan dan rintangan dalam hidup.
Manfaat Puasa untuk Kesehatan
- Menurunkan Tingkat Stres
Puasa ternyata juga bermanfaat bagi kesehatan mental. Hal ini terjadi karena saat puasa, penderita stres dan depresi akan belajar untuk berkata tidak pada makanan. Hal tersebut merupakan langkah awal untuk mengambil kontrol penuh dalam hidup. Selain itu, berpuasa di bulan Ramadan juga mendorong Kamu untuk menahan hawa nafsu lainnya, menjadi lebih bersabar dan tenang. Semua itu adalah hal-hal positif yang dapat membantu Kamu terhindar dari stres.
- Meningkatkan Produksi Hormon Baik
Beberapa hormon sangat berdampak terhadap pertumbuhan, metabolisme, penurunan berat badan dan kekuatan otot. Hormon pertumbuhan merupakan sejenis hormon protein penting untuk mendukung kesehatan.
- Meningkatkan Fungsi Otak dan Mencegah Gangguan Neurodegeneratif
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa puasa intermiten dalam waktu 11 bulan dapat meningkatkan fungsi serta struktur otak. Selanjutnya, penelitian pada hewan melaporkan, berpuasa bisa melindungi kesehatan otak serta meningkatkan produksi sel saraf
- Meningkatkan Fokus dan Konsentrasi
Puasa dapat membantu meningkatkan fokus dan konsentrasi dengan membersihkan pikiran dan tubuh. Dengan menahan diri dari makan dan minum selama puasa, tubuh akan menjadi lebih tenang dan fokus.
Editor : Anwar Bahar Basalamah