KEDIRI, JP Radar Kediri- Kawasan mata air ini terletak di tengah persawahan. Dengan begitu, airnya dialirkan menuju sawah-sawah warga di sekitarnya. Namun begitu, karena kondisi yang tak terawat, aliran air cenderung kecil. Salah satunya karena sedimen dan sampah dedaunan yang menutupi pintu airnya.
Sumber air yang berada di Dusun Dawuhan, Desa Kawedusan, Plosoklaten ini punya beberapa fungsi. Tidak hanya menjadi penyuplai oksigen di tengah lahan pertanian. Juga sebagai penyedia kebutuhan irigasi.
Itu karena air dari sumber ini diarahkan menuju ke sawah-sawah warga. Hanya saja, mata air yang dijuluki Sumber Bahagia Dawuhan ini cenderung tak terawat. “Airnya kecil. Hanya untuk pengairan sawah sekitar sini saja,” ujar Sarjono, warga setempat soal air yang hanya bisa mencapai sawah sekitar saja.
Padahal, banyak kawasan pertanian di Kecamatan Plosoklaten. Termasuk pertanian pangan yang juga banyak ditemui di sana.
Selain itu, menurut Sarjono debit air juga banyak berkurang tahun ini. Bahkan saat hujan sudah mulai melanda wilayah itu dalam beberapa pekan ini, namun airnya tetap tak sebanyak dulu.
“Dulu dari timur itu ada juga airnya (mengalir sumber, Red). Tapi nggak tahu sekarang kok nggak ada,” lanjutnya dengan nada heran.
Sebelumnya, kawasan itu pernah dikelola dan dikembangkan oleh warga setempat. Adalah anak-anak muda yang mengelola kawasan sumber bersamaan dengan pembangunan beronjong beberapa tahun lalu. Hanya saja, pengelolaan itu terhenti.
“Seperti itu tempat-tempat duduknya juga sudah banyak yang rusak. Tinggal ini saja (gazebo dari bambu, Red) yang masih bisa dipakai. Ini juga dibangunnya sekitar tiga tahun lalu itu,” terangnya.
Beruntung, vegetasi kawasan mata air masih cukup beragam. Pohon besar seperti beringin dan kepuh masih banyak ditemukan. Menjadi habitat bagi beberapa jenis burung yang kerap ditemui di sana.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah