Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Inilah Kiprah Karang Taruna Kaliombo Kota Kediri, Berdayakan Diri dengan Kedai Kopi di Pinggir Kali

Ayu Ismawati • Kamis, 29 Februari 2024 | 17:50 WIB
KREATIF: Anggota Karang Taruna Kelurahan Kaliombo bergiliran melayani pembeli di kedai kopi Kaliombo yang mereka kelola.
KREATIF: Anggota Karang Taruna Kelurahan Kaliombo bergiliran melayani pembeli di kedai kopi Kaliombo yang mereka kelola.

KEDIRI, JP Radar Kediri - Suasana pagi yang berisik terdengar dari arah kedai kopi di tepi Sungai Kaliombo itu. Ada Rendy, Niko, dan rekan-rekannya yang sudah sibuk menyiapkan segala keperluan kedai. Gelas, piring, sendok, dan peralatan lain. Masih ada waktu sebelum tempat nongkrong bernama Kedai Kopi Kaliombo itu buka. Namun, waktu yang ada itu mereka isi mempersiapkan segala keperluan warung.

Kedai ini adalah rintisan anak-anak muda di lingkungan ini. Yang tergabung dalam Karang Taruna Kelurahan Kaliombo, Kecamatan Kota, Kota Kediri. Memanfaatkan ruang terbuka hijau di tepi sungai. Menjadikannya tempat berkumpul, sekaligus tempat belajar.

“Awalnya karena dulu anak-anak karang taruna mengusulkan dibangun RTH (ruang terbuka hijau, Red). Tapi, anak-anak juga dituntut untuk mengelola,” ujar Ketua Karang Taruna Kelurahan Kaliombo Rendy Agung Santoso.

Merintis usaha bersama dalam bentuk kedai kopi itu membutuhkan perjalanan panjang. Mengubah belantara bambu di tepi sungai menjadi ruang publik yang nyaman. Menepis stigma masyarakat terhadap anak-anak muda zaman sekarang yang dianggap semakin acuh dengan lingkungannya.

Dari awalnya kegiatan sosial, kini anak-anak muda itu bisa saling menyalurkan bakatnya. Kedai kopi yang dirintis bersama itu menjadi wadah mereka mengembangkan diri. Mulai dari bakat mengelola media sosial dan website, keuangan, hingga membuat olahan makanan.

“Jadi semua anak di sini punya spesialisasi sendiri-sendiri,” terangnya.

Dengan pengelolaan yang juga profesional sejak awal, para pemuda ini juga sudah bisa merasakan keuntungan dari bisnis makanan dan minuman itu. Seperti contoh, baru tiga bulan sejak berdiri, kedai ini bisa meraup omzet hingga Rp 21 juta dalam sebulan. Cukup untuk membiayai operasional kedai dan memberi honor bagi anggota yang aktif sebagai pengelola.

“Kami pengennya anak-anak bisa mandiri dan menciptakan lapangan kerja baru,” lanjut Rendy.

Menggerakkan anak muda untuk bisa profesional juga bukanlah perkara mudah. Sejak merintis tiga tahun lamanya, masih banyak anggota yang datang dan pergi. Membangun kesadaran untuk peduli dengan lingkungan sekitar masih menjadi tantangan besar bagi mereka.

“Makanya saya juga selalu bilang, semua orang harus dirangkul. Tapi memang anak-anak ini antusias dengan kegiatan karang taruna. Setiap kali diajak kumpul, datang semua,” lanjut pria asli Kelurahan Kaliombo itu.

Antusiasme pemuda untuk berkegiatan sosial menurutnya tak lepas dari upaya branding yang dibangun. Dengan membuat kegiatan yang bermanfaat, anak-anak muda itu juga tak sungkan untuk bergabung.

“Yang bikin saya kagum juga itu ternyata ada dampaknya ke pekerjaan mereka. Ada nilai plus dari kegiatan organisasi,” katanya menceritakan anggota karang taruna yang lolos rekrutmen kerja karena dipertimbangkan aktif berorganisasi.

Yang menjadi kendala—menurut Rendy—saat ini adalah menumbuhkan jiwa kepemimpinan. Anggota karang taruna tidak boleh terikat dengan ketokohan semata. Sederhananya, ikut-ikutan orang lain saja.

Lebih dari itu, kegiatan yang mereka rintis harus bisa menumbuhkan keterikatan emosional antara pemuda dengan lingkungan sekitarnya. Sense of belonging itu harus tumbuh di setiap diri anggota karang taruna.

“Itu yang paling penting, tapi justru yang paling sulit untuk ditumbuhkan,” pungkasnya.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#kediri #warung kopi #Pinggir Sungai #warkop