Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Profil Desa Wonojoyo, Gurah, Kabupaten Kediri: Fokus Prasarana, Bangun Gedung Olahraga dan Perbaikan Jalan

Habibaham Anisa Muktiara • Selasa, 20 Februari 2024 | 17:18 WIB
LUAS : Gedung serbaguna di Desa Wonojoyo yang masih proses pembangunan. Selain untuk olahraga gedung ini bisa digunakan acara pernikahan.
LUAS : Gedung serbaguna di Desa Wonojoyo yang masih proses pembangunan. Selain untuk olahraga gedung ini bisa digunakan acara pernikahan.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Warga Desa Wonojoyo segera memiliki gedung serbaguna. Meskipun prioritas untuk olahraga namun juga bisa dimanfaatkan berbagai kegiatan. Tentu saja, menunggu proses pembangunannya selesai.

Pembangunan gedung olahraga di Desa Wonojoyo, Kecamatan Gurah memang bertahap. Pada 2019 silam telah dimulai dengan pembuatan fondasi. Kemudian, sempat terhenti akibat pandemi Covid-19.

“Berlanjut pada 2022 lalu," jelas Kepala Desa (Kades) Wonojoyo Dwi Maysusanto.

Laki-laki yang kerap dipanggil Dwi May ini menjelaskan, pembangunan lanjutan fokus pada atap. Baru setelah itu membuat dinding tahap pertama pada 2023 dan tahap keduanya pada tahun ini.

Karena untuk kepentingan olahraga, langit-langitnya tergolong tinggi. Dengan ukuran bangunan 15 x 30 meter membuat gedung terlihat gagah.

Menurut kades berusia 42 tahun ini, meskipun gedung olahraga tapi peruntukannya bisa beragam. Terutama untuk memfasilitasi berbagai kepentingan warga. Seperti hajatan, reuni, maupun pertemuan.

Gedung ini juga solusi bagi problem penutupan jalan yang sering terjadi bila ada acara pernikahan ataupun khitanan. Sebab, resepsi bisa dilangsungkan di gedung ini. Sehingga tak membuat tenda di jalan umum.

Warga yang memanfaatkan gedung ini tak harus keluar uang banyak. Cukup membayar iuran kebersihan. Sedangkan warga luar desa dikenakan uang sewa.

Selain fokus melakukan pembangunan gedung, pemerintah desa juga melakukan rabat jalan. Lokasinya berada di empat titik, tepatnya di Dusun Krajantimur 700 meter, Dusun Krajanlor 600 meter, dan Dusun Ngrancangan dua tempat total panjangnya  900 meter. 

Tape Singkong Supernya hingga ke Hongkong

Desa Wonojoyo bisa disebut sebagai desa tape. Sebab, banyak warganya yang berkecimpung di pembuatan tape singkong. Produk mereka juga telah dipasarkan hingga keluar daerah. Meskipun promosinya hanya dari mulut ke mulut.

Salah satu pengusaha tape itu adalah  Wagimun. Pria 61 tahun ini sudah memulai usahanya sejak puluhan tahun lalu.

Baca Juga: Profil Desa Tirukidul, Gurah, Kabupaten Kediri: Meningkatkan Taraf Hidup Warga dengan Perbaikan Prasarana Desa

“Mulai membuat tape pada 1997,” cerita Wagimun, di rumahnya, beberapa hari lalu.

Sambil mengemas pesanan tape berukuran jumbo di besek beralas daun pisang, Wagimun bercerita dulu mengawali usahanya dengan berjualan berkeliling menaiki sepeda.

Sekarang, dia hanya berjualan keliling bila ada sisa tape. Meskipun hal itu jarang terjadi karena sekarang dia hanya melayani pesanan saja.

Dalam sekali produksi, Wagimun butuh 1,5 kuintal ketela pohon. Bahan baku itu dia datangkan dari wilayah Desa Keling, Kecamatan Kepung.

Setelah itu, ketela dikupas dan direbus. Bila kualitasnya bagus, perebusan hanya butuh 15 menit.

Untuk proses peragian, menunggu ketela ditiriskan dan dingin terlebih dulu. Proses fermentasi tape ini memerlukan waktu tiga hari.

Tape ketela ini hanya bertahan maksimal tiga hari. Namun jika disimpan di lemari pendingin akan lebih awet.

Pesanan tidak hanya dari wilayah Kediri saja. Namun hingga luar kota bahkan pernah dibawa ke luar negeri. Untuk luar kota seperti Madiun, Nganjuk, dan Jombang. Sedangkan untuk ke luar negeri Brunei dan Hongkong.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#perbaikan jalan #milenial #desa