Jalan ini dulunya berupa makadam. Menjadi kendala bagi petani bila ingin melewati. Untuk mengatasi hal itu, Pemdes Cengkok menyiapkan proyek infrastruktur dalam kaitan program ketahanan pangan.
Kualitas jalan yang buruk tak hanya merugikan petani yang ingin melewati. Mereka juga kesulitan bila ingin mengangkut hasil panen. Alasan itu yang membuat Pemdes Cengkok, Kecamatan Tarokan mengagendakan proyek peningkatan kualitas jalan di area persawahan itu.
“Tahun ini kami akan melakukan pengerasan jalan usaha tani,” kata Sekretaris Desa Cengkok Dodik Wikanto.
Proyek infrastruktur itu berada di Dusun Cengkok, salah satu dusun yang dimiliki desa ini. Wujudnya berupa pengerasan jalan. Dengan jalan dirabat beton.
Selama ini, jalan usaha tani ini masih berupa makadam. Keberadaan batu-batu besar membuat warga kesulitan memanfaatkan akses ini. Terutama bila menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.
“Jika tidak segera dilakukan pemadatan dapat merusak roda kendaraan yang mengangkut hasil panen,” imbuhnya.
Jalan makadam ini memang merepotkan. Bila kemarau, kendaraan sulit lewat karena batu-batu yang menonjol. Juga berpotensi membuat selip roda kendaraan. Sedangkan bila musim penghujan jadi becek dan licin.
Sedangkan pilihan untuk menjadikan rabat beton dengan beberapa pertimbangan. Perabatan beton dianggap lebih efisien bila dibanding pengaspalan.
“Jalan yang nantinya akan dibeton sekitar 200 meter,” ungkap Dodik tentang volume proyek yang menggunakan anggaran dari dana desa tersebut.
Peningkatan jalan usaha tani juga sudah dilakukan pada 2022 lalu. Lokasinya di Dusun Sambijajar dengan panjang 250 meter.
IRIGASI
Bangun Saluran Air agar Tak Tersumbat
Selain meningkatkan kualitas jalan di area persawahan, Pemdes Cengkok juga membangun saluran irigasi. Berlangsung di tahun ini pula. Sebagai penunjang program ketahanan pangan.
“Pembangunan saluran irigasi ini melanjutkan kegiatan pada 2023 kemarin,” jelas Sekdes Dodik Wikanto.
Lokasi saluran irigasi tersebut berada di beberapa tempat. Yang di Dusun Kedungdowo panjang totalnya mencapai 400 meter. Yang sudah dikerjakan sepanjang 103 meter tahun lalu. Kemudian tahun ini juga berlanjut dengan panjang yang sama. "Sisanya akan dikerjakan tahun depan," imbuh Sekdes Dodik.
Sementara yang di Dusun Beji sepanjang 200 meter. Juga sudah dikerjakan 160 meter tahun lalu. Tahun ini ditambah sepanjang 40 meter.
Sebelumnya, saluran air di dua dusun itu masih dari tanah. Membuat distribusi air menjadi kurang lancar. Karena sebagian air ini meresap ke tanah.
“Selain itu saluran irigasi tanah ini rawan terjadinya penyumbatan,” ungkap laki-laki berusia 34 tahun tersebut sembari menambahkan bahwa nantinya akan dipasang batu untuk memperkuat.
Pengerjaan ini nantinya dilakukan oleh tim pelaksana kegiatan (TPK) desa. Dana yang digunakan adalah dana desa. Namun, pengerjaan menunggu datangnya musim kemarau. Sebab jika musim hujan, saluran irigasi dalam kondisi basah.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah