Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Profil Desa Bakalan, Grogol, Kabupaten Kediri: Peduli Pendidikan Usia Dini, Bangun Gedung Baru untuk PAUD

Habibaham Anisa Muktiara • Rabu, 7 Februari 2024 | 17:48 WIB
DESA BAKALAN, KECAMATAN GROGOL Peduli Pendidikan Usia Dini, Bangun Gedung Baru untuk PAUD Agar Tak Bingung bila Ada Kegiatan
DESA BAKALAN, KECAMATAN GROGOL Peduli Pendidikan Usia Dini, Bangun Gedung Baru untuk PAUD Agar Tak Bingung bila Ada Kegiatan

Hanya punya satu ruang, yang harus digunakan untuk banyak kegiatan. Itulah kondisi yang ada di PAUD PKK Bakalan. Namun, hal itu segera berubah, karena Pemdes Bakalan akan membangun gedung baru untuk mereka.

Memang, sudah selayaknya PAUD PKK Bakalan memiliki gedung baru. Yang mereka tempati saat ini sudah dibangun 2010 silam. Selain jadi satu dengan kantor desa, juga  hanya memiliki satu ruang. Yang digunakan menjadi kelas.

“Karena PAUD butuh ruang tambahan maka dibuatkan gedung  baru,” jelas Kepala Urusan (Kaur) Perencanaan Moh. Sokhifudin.

Pembangunan gedung ini berlangsung mulai 2023. Berlangsung bertahap karena anggaran dari dana desa (DD). Dengan bagian pertama yang dibangun adalah aula dan ruang guru.

"Aula diadakan terlebih dulu karena selama ini bila ada kegiatan selalu menggunakan ruang kelas, yang meluber hingga teras," terang Sokhifudin.

Secara keseluruhan, gedung baru untuk PAUD itu berukuran 21 x 6,5 meter. HIngga saat ini masih dalam proses. Sehingga belum bisa dipergunakan. Rencananya, tahun ini masuh pada tahap pemasangan jendela, pintu, dan atap. Juga akan diteruskan pemlesteran dinding serta pengecatan.

Bangun Jalan untuk Permudah Petani

Pada 2024, Pemdes  Bakalan tidak hanya fokus pembangunan fasilitas pendidikan saja. Mereka juga memperhatikan kepentingan petani. Yaitu dengan membangun jalan di area persawahan serta rabat beton di permukiman.

“Pembangunan jalan persawahan ini adalah program ketahanan pangan,” jelas Kaur Perencanaan Moh. Sokhifudin.

Jalan untuk menunjang pertanian itu ada di tiga lokasi. Pertama di Dusun Bakalankidul.  “Panjang jalan yang akan dibangun sekitar 87 meter,” terangnya.

Yang kedua di Dusun Bakalanlor. Panjangnya 60 meter. Dan yang ketiga di Dusun Winongsari sepanjang sekitar 400 meter. Sebelum ini ketiga jalan tersebut masih berupa jalan tanah.

Kondisi yang masih jalan tanah itu sangat menyulitkan petani. Terutama saat musim hujan. Jalanan menjadi becek dan berlumpur sehingga sulit dilewati.

Sedangkan yang dirabat beton berada di perkampungan Dusun Bakalankidul. Perabatan dipilih karena kondisinya yang rusak parah. Berlubang di sana-sini.

“Jalan ini dulunya sudah pernah diaspal, namun kini sudah rusak,” kata Sokhifudin.

Proyek-proyek ini didanai dari beberapa sumber. Yang area persawahan menggunakan dana desa. Sedangkan jalan perkampungan anggarannya dari bantuan keuangan khusus.

 

Stik Tahunya Ramai ketika Lebaran

Ada beberapa pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Desa Bakalan. Salah satunya adalah Husnul Khotimah. Wanita ini menekuni pembuatan stik tahu.

“Sebelum membuka usaha sendiri, suami saya sempat bekerja di pembuatan stik tahu di (Kota) Kediri,” jelas Husnul saat ditemui di rumahnya.

Di awal berdiri, satu hingga dua tahun pertama, produknya belum banyak dikenal. Baru pada tahun ketiga, mulai banyak yang tahu stik tahu bikinan Husnul. Pesanan pun mulai berdatangan.

“Di tahun ketiga ini mulai dikenal. Saat hari raya dapat banyak pesanan,” terangnya.

Sejak saat itu usaha stik tahunya berkembang. Untuk produksi, Husnul punya lima karyawan. Sedangkan di pemasaran, dia memiliki tujuh tenaga penjualan. Mereka mengambil barang langsung ke rumahnya, di Dusun Bakalankidul RT 09/RW 05.

Perjuangan Husnul mempertahankan usaha penuh dengan liku-liku. Sempat ramai dengan dijajakan di sekolah-sekolah. Namun, ketika ada aturan tidak boleh ada jajanan kemasan plastik di sekolah, omzetnya menurun drastis.

Dia kemudian mengalihkan penjualan ke pusat oleh-oleh. Sayang, dia sempat ditipu oleh sales-nya.

“Akhirnya saya hanya menjual melalui WA (WhatsApp, Red)," akunya.

Meskipun demikian, pemesanan terus berdatangan. Dalam satu minggu ia melakukan dua kali proses produksi. Yang sekali produksi menghasilkan 15 kilogram bahan mentah. Sedangkan harga ketika jadi adalah Rp 95 ribu per kilogram.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#kediri #grogol #pkk