Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Yuk Mengenal Bahaya Gangguan Anxiety atau Kecemasan Berlebih

Habibaham Anisa Muktiara • Selasa, 6 Februari 2024 | 18:52 WIB
Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri - Anxiety disorder adalah sebuah gangguan mental. Seseorang yang mengalami tersebut akan mudah merasa cemas dan takut berlebih. Tidak hanya itu, gangguan ini dapat berpengaruh pada kehidupan sehari-hari.

“Seseorang yang mengalami anxiety ini tidak memiliki semangat untuk melakukan kegiatan sehari-hari. Salah satunya adalah bekerja,” jelas Psikolog Klinis Tatik Imadatus Sa’adati.

Kepada wartawan Jawa Pos Radar Kediri, Tatik menjelaskan gangguan ini mulai terlihat saat anak-anak atau remaja. Pada dasarnya seseorang mengalami rasa takut adalah suatu hal yang normal. Namun, akan menjadi sebuah kelainan jika perasaan takut tersebut berlangsung intens. Ditambah, berlangsung dalam jangka waktu panjang. Seringkali dengan ketakutan ini membuat penderitanya cepat lemas secara fisik.

Gejala awal seseorang mengalami anxiety adalah mudah merasa gugup. Mereka akan merasa bahwa jantungnya berdegup dengan kencang. Tidak hanya itu saja, tubuh dan pikiran penderita akan sulit untuk mengendalikan emosi saat menghadapi suatu objek.

“Ketakutan dan kekhawatiran itu bisa membuat seseorang mengalami serangan panik atau panic attack,” ungkapnya.

Perempuan yang merupakan dosen di IAIN Kediri ini mengatakan bahwa ada beberapa gejala anxiety. Gejala secara emosional, yang pertama pertama adalah terjadinya kecemasan yang sulit dikontrol. Kedua, mereka akan merasa gelisah dan panik.

Sedangkan secara fisik, seseorang dengan gangguan anxiety akan merasa cepat Lelah. Namun, di lain sisi mengalami kesulitan tidur. “Jika tidak dicegah dengan pola hidup yang sehat, kecemasan yang ini dapat mengganggu keseharian,” kata Tatik.

Pola hidup sehat yang dapat dilakukan adalah tidur cukup dan aktif berolahraga. Ditambah melakukan meditasi untuk melatih pernapasan, mengendalikan emosi, mengatur pola makan sehat, menghindari rokok dan alkohol.

Lalu, membatasi jumlah konsumsi kafein, seperti kopi dan teh, bergabung ke komunitas dengan kegiatan yang disukai. “Selain melakukan hobi, juga bisa bersosialisasi,” pungkasnya.

Beberapa Kiat Mencegah Anxiety

Terapi Psikologis

Terapi psikologis merupakan langkah efektif untuk mengatasi masalah kesehatan mental. Dalam terapi psikologis, seseorang bisa berbicara tentang perasaan, pikiran, dan pengalaman kepada terapis profesional. Terapis akan membantu mengidentifikasi dan mengatasi penyebab masalah mental serta strategi untuk menghadapinya.

Melakukan Meditasi

Meditasi bisa membantu mengurangi stres, kecemasan, dan depresi yang merupakan bagian masalah kesehatan mental. Melalui meditasi, seseorang akan lebih fokus pada pernapasan, mengurangi pikiran yang mengganggu, dan meningkatkan kesadaran diri. Lakukan meditasi secara rutin sebagai bagian dari kebiasaan untuk membantu mengelola emosi dan meningkatkan kesejahteraan mental.

Giat Olahraga

Olahraga bisa menghasilkan endorphin. Yakni senyawa kimia dalam otak yang dapat meningkatkan mood dan mengurangi stres. Selain itu, olahraga bisa mengurangi gejala depresi dan kecemasan, serta meningkatkan kualitas tidur maupun kualitas hidup secara keseluruhan. Mulailah berolahraga dengan langkah ringan tetapi tetap konsisten untuk kesejahteraan mental yang lebih baik.

Mengatur Pola Makan

Mengonsumsi makanan bergizi. Seperti buah, sayuran, ikan, dan biji-bijian akan memberikan nutrisi yang diperlukan untuk fungsi otak yang optimal. Hindari mengonsumsi makanan olahan dan mengandung gula yang berlebihan. Kurangi mengonsumsi alkohol agar emosi tetap stabil dan risiko gangguan mental bisa diatasi.

Menghindari Kebiasaan Buruk

Kebiasaan buruk seperti mengonsumsi alkohol berlebihan, penggunaan obat-obatan terlarang, atau merokok dapat memperburuk masalah mental. Hindari kebiasaan buruk sebagai bentuk dukungan terbaik bagi kesehatan mental.

Memperkuat Dukungan Sosial

Dukungan sosial yang kuat dapat mengatasi masalah kesehatan mental. Rajinlah bersosialisasi dan berbicara bersama teman, keluarga, atau terapis. Jaga hubungan yang sehat dan perkuat jaringan dukungan social. Supaya isolasi sosial bisa dikurangi sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan mental.

Menjaga Kesehatan Fisik

Kesehatan fisik yang optimal berdampak positif pada kesehatan mental. Rawatlah tubuh dengan tidur cukup, menjaga pola makan yang sehat, dan menghindari kebiasaan yang merugikan. Ketika tubuh berada dalam kondisi baik, otak akan berfungsi lebih baik. Sehingga bisa mengurangi risiko gangguan mental dan menjaga kesehatan mental yang optimal.

 

 

Tidur Cukup

Beristirahat yang cukup sangat penting bagi kesehatan mental. Kurang tidur dapat memengaruhi suasana hati, kemampuan konsentrasi, dan daya tahan tubuh. Tubuh akan lebih mudah pulih dan mampu mengatur kembali keseimbangan kimia pada otak. Sehingga membantu menjaga kesehatan mental yang baik. Usahakan untuk tidur cukup setiap malam sekitar 7-8 jam untuk menjaga kualitas tidur yang optimal.

 Baca Juga: 7 Tips Tidur Nyenyak Malam Hari agar Tubuh Bugar di Pagi Hari

Mengembangkan Keterampilan Koping

Keterampilan koping atau cara menghadapi stres adalah langkah penting dalam mengatasi masalah kesehatan mental. Strategi mengembangkan keterampilan koping terdiri dari mengelola emosi, mengatur waktu atau mengubah pola pikir negatif menjadi positif.

Mengurangi Stres

Stres adalah faktor risiko utama bagi masalah kesehatan mental. Oleh karena itu, kurangi stres dalam kehidupan sehari-hari untuk menjaga kesehatan mental yang lebih baik. Susunlah rencana, atur waktu dengan bijaksana, bicaralah bersama orang tepercaya, dan lakukan aktivitas yang mengurangi stress. Seperti yoga atau kegiatan seni untuk kesehatan mental yang optimal.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#cemas #Kecemasan berlebih #anxiety #kesehatan