Tidur yang berkualitas atau nyenyak di malam hari menjadi dambaan setiap orang. Sebab, saat bangun di pagi hari, badan menjadi lebih bugar.
Dilansir dari website Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, kurangnya kualitas tidur dapat mengakibatkan turunnya produktivitas seseorang. Untuk mencegah risiko penyakit, berikut 7 tips agar seseorang bisa tidur nyenyak di malam hari.
- Hindari overthinking sebelum tidur
Mendekati jam istirahat, pikiran justru menjadi lebih aktif. Karena itu, jika dipaksakan, akan menjadikan seseorang overthinking. Untuk menghindari banyak pikiran, pakar menyarankan untuk menulis catatan atau menuangkan pirkan dan perasaan lewat voice note.
- Tenangkan diri dan atur napas
Salah satu cara menenangkan diri adalah dengan mengatur tarikan napas. Cara ini akan membantu seseorang untuk menstabilkan kinerja denyut jantung.
- Buat kondisi ruangan dan suasana tempat tidur yang nyaman
Mencipatakan suasana tidur yang nyaman dapat dilakukan dengan beberapa hal. Di antaranya merapikan tempat tidur, mengatur pencahayaan sirkulasi kamar dan mengondisikan suara.
- Atur pola tidur setiap malam
Setiap orang memiliki pola tidur yang berbeda. Ada yang kebutuhannya 4-5 jam saja per hari, tetapi ada juga yang 8 jam per hari. Untuk mendapatkan tidur yang baik setiap hari, tetapkan pola tidur Anda sesuai dengan kebiasaan.
- Hindari penggunaan smartphone 30 menit sebelum tidur
Menatap layar smartphone akan ditangkap otak seperti cahaya matahari. Hal tersebut membuat tipu daya dalam alam bawah sadar kita yang membuat mata tetap terjaga. Pikiran yang terus sadar menghambat kita untuk istirahat.
- Hindari aktivitas yang berat di malam hari
Beraktivitas berat membuat tubuh menjadi lelah. Sehingga, badan membutuhkan pemulihan yang lebih lama. Efeknya, kita kesulitan bangun pagi.
- Konsultasi dengan tenaga profesional
Jika Anda mengalami kesulitan tidur di malam hari, ada baiknya segera berkonsultasi ke psikolog klinis atau psikiater. Siapa tahu, Anda memiliki pemasalahan psikologis yang masih tersimpan, mengganggu dan belum terselesaikan.
Editor : Anwar Bahar Basalamah