KEDIRI, JP Radar Kediri-Selama ini, tapos di Desa Cendono menumpang di rumah warga. Tapi, pemdes akan segera mendirikan khusus. Karena para siswanya kian bertambah.
“Pembangunan gedung ini sudah dilakukan sejak November 2023,” jelas Sekretaris Desa Cendono Faisal.
Pemdes memang harus segera membangun fasilitas yang digunakan untuk pendidikan balita ini. Sebab, selama ini tempatnya ada di rumah Kepala Dusun Tugu. Hal itu sudah tidak memungkinkan lagi karena jumlah siswanya bertambah banyak. Sementara ruang lama di rumah kasun hanya cukup untuk 25 anak saja.
Untuk yang baru nanti, tapos akan berdiri di lokasi poli bersalin desa (polindes) lama. Yang dirubuhkan karena rusak. Sementara, polindes baru akan dibangun disebelah tapos.
Tapos nanti berukuran 20 meter dengan lebar 8 meter. Yang menurut Faisal bisa menampung hingga ratusan siswa.
Karena sudah dikerjakan November 2023, kini gedung tapos sudah berbentuk. Januari ini masuk tahap finishing. Yaitu pemlesteran dinding dan pemasangan keramik.
“Karena bangunannya berupa los, nanti bisa disekat. Dibagi untuk ruang kelas dan ruang guru,” jelas Faisal.
Sementara, pembangunan polindes baru juga akan berlangsung tahun ini. Ukurannya sama dengan gedung tapos. Penyekatan juga dilakukan untuk ruang pemeriksaan, pelayanan, dan dapur.
“Untuk dapur ini nanti dapat digunakan bersama dengan tapos,” sebut Faisal.
Tak Cuma Jadi Es Tebu
Mungkin, kita sudah biasa mengonsumsi es tebu di penjual-penjual pinggir jalan. Nah, di tangan Faisal ini, tebu bisa jadi aneka minuman dan makanan menarik lain. seperti sirup, nata, maupun kombucha.
“Kami ingin tebu ini tidak hanya menjadi bahan baku pembuatan gula merah, akhirnya dibuat sebagai bahan minuman,” jelas Faisal .
Faisal merintis usaha mikro kecil menengah (UMKM) ini sejak 2018. Setelah sebelumnya berkonsultasi dengan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Kopusmik) Kabupaten Kediri. Yang menginspirasinya mengolah tebu untuk berbagai makanan dan minuman.
Awalnya, dia hanya membuat es tebu. Pada 2023 kemudian berkembang menjadi beberapa produk lainya. Yaitu sirup, kombucha, hingga nata.
Faisal sebenarnya mengawali usaha ini bersama kelompok di karang taruna desa. Sayang, akibat pandemi, kelompok ini akhirnya buyar. Dia pun berjalan sendiri.
Dia menjelaskan, bahan baku produknya harus dari tebu hijau yang usianya delapan bulan ke atas. Rata-rata dia menghabiskan satu kuintal tebu. Yang diolah menjadi minuman sari tebu berisi 250 mililiter sebanyak 142 botol. Sedangkan produk lain akan dibuat bila ada pesanan.
Faisal juga telah melangkah jauh. Melengkapi usahanya dengan persyaratan seperti logo halal serta izin lainnya. Label produknya adalah Sari Tebu Cennira.
Hanya, ada satu kendala yang dihadapi Faisal. Yaitu harga bahan baku tebu yang mahal. Yang membuat proses produksinya tersendat. Persoalan bahan baku mahal ini yang membuatnya tak berani memasarkan secara online. "Takut tak bisa menyediakan pesanan karena kendala bahan baku," akunya.
Perbaikan Jalan dan Bangun Saluran Irigasi
Pada 2024, banyak sekali proyek infrastruktur yang dikerjakan Pemerintahan Desa Cendono. Tak hanya membangun taman posyandu (tapos). juga melakukan peningkatan kualitas jalan dengan pengaspalan.
“Pengaspalan ini nanti ada berada di satu titik tepatnya di Dusun Cendono,” jelas Sekdes Faisal.
Alasan pengaspalan, karena jalan yang sering digunakan warga menuju area persawahan ini tidak layak. Masih berupa makadam. Yang sering menyulitkan.
Belum lagi, sepanjang jalan juga ditumbuhi oleh rerumputan. Membuat tidak nyaman bila dilewati.
Pengaspalan nanti menggunakan anggaran yang berasal dari dana desa (DD). Dengan panjang 220 meter serta lebar tiga meter. Upaya ini sebagai cara agar warga kian mudah mengakses persawahan.
Selain itu, juga akan dibangun saluran irigasi. Masih di Dusun Cendono meskipun berbeda lokasi. Selama ini saluran irigasi ini tidak terawat. Dengan ditumbuhi rerumputan liar.
“Dengan kondisi seperti ini air tidak bisa mengalir karena terhambat,” ungkap Faisal.
Saluran drainase yang akan dibangun ini memiliki panjang 322 meter. Dengan panjang tersebut, saluran air ini mampu mengairi sawah tak hanya di Dusun Cendono, juga ke dusun Cendonosari.
Editor : Anwar Bahar Basalamah