KEDIRI, JP Radar Kediri—Desa Ringinsari layak disebut Kampung Jamu. Ada ratusan warganya yang berkecimpung di bidang ini. Sudah menjadi bisnis rakyat yang turun-temurun. Berapa jumlah warga yang bergelut di usaha mikor kecil dan menengan (UMKM) jamu? “Ada 200 orang yang memproduksi jamu tradisional,” jawab Zainal Arifin Anwar. Lelaki ini adalah pendamping kelompok usaha bersama (kube) yang dibentuk Pemerintah Desa (Pemdes) Ringinsari.
Boleh dibilang, jumlah itu tergolong lumayan. Itu bila dibandingkan dengan jumlah penududuk desa yang mencapai tiga ribuan lebih. Yang artinya hampir mencapai 7 persen warga yang memproduksi jamu. Karena itulah Pemdes Ringinsari berinisiatif membentuk kube. Yang setiap kubenya berisi 10 pelaku UMKM jamu. Belum lagi, ada juga yang bergerak secara mandiri.
Para pembuat jamu ini mendapatkan kemampuan secara turun-temurun. Mulai marak sejak 1960. Dalam perkembangannya, pemdes melakukan pemberdayaan agar mereka bisa meningkatkan penghasilan.
“Sekarang banyak yang menambah barang dagangan dengan makanan ringan atau gorengan. Jadi tidak jamu saja,” terangnya.
Selain itu, para pelaku UMKM jamu tak lagi berkeliling menjajakan dagangannya. Mereka sudah memiliki lokasi berjualan. Bahkan, transportasinya sudah menggunakan sepeda motor. Tidak lagi bersepeda atau digendong. Pasarnya juga luas, hingga ke luar daerah seperti Blitar dan Tulungagung.
Jamu produksi warga Desa Ringinsari terkenal karena kualitasnya. Yaitu dalam hal pemilihan bahan dan proses produksi. Karena itu, harga jual juga dipatok lebih mahal dibanding produk jamu lain. Yaitu mulai Rp 8 ribu hingga Rp 10 ribu per botol.
Kini, Pemdes Ringinsari terus berupaya mningkatkan kualitas produk jamunya. Dengan sering mendaftarkan mengikuti pelatihan. Tak hanya dalam pembuatan tapi juga pengemasan produk hingga higienitas. Agar ke depan semua tidak lagi menggunakan botol bekas air minum dalam kemasan (AMDK) sebagai wadahnya.
Tingkatkan Fasum, Genjot Infrastruktur
Tahun ini, 2024, Pemdes Ringinsari punya agenda besar meningkatkan kualitas fasilitas umum (fasum)-nya. Yaitu dengan menggenjot pembangunan infrastruktur. Terutama pembuatan jalan baru. Yang berada di tengah perkampungan.
“Dulu, lokasinya hanya lahah penuh rumput,” terang Sekretaris Desa (Sekdes) Samsudin.
Samsudin menjelaskan, jalan baru nanti memiliki panjang 280 meter dengan lebar empat meter. Setelah tanah dibuka, langsung dibuat makadam. Agar tidak becek jika musim hujan.
Terkait pembangunan sarana dan prasarana, Samsudin menyebut sudah banyak yang dibuat oleh pemdes. Pada 2021 misalnya, ada pemavingan lapangan, pembangunan jalan rabat beton, pembangunan tembok penahan tanah (TPT), dan pembangunan jamban sehat. Kemudian, pada 2022 melakukan normalisasi sungai, pemavingan sepanjang 78 meter di dekat lapangan, serta pembuatan saluran air di timur makam desa.
Tahun lalu, ada beberapa pembangunan yang dilakukan. Salah satunya adalah pembangunan jalan paving sepanjang 245 meter dan lebar 3,2 meter. Memakan biaya Rp 108.750.000. Kemudian juga pembuatan jalan makadam dengan panjang 322 meter. Yang menelan biaya Rp 76.500.000 juta.
“Pada tahun 2023 ini juga ada pembangunan gedung PAUD, peningkatan aspal, perbaikan saluran air dan pembangunan LPJU,” sambung Samsudin.
Bantu Permodalan, Layani Simpan Pinjam
Soal pertumbuhan UMKM warga juga menjadi perhatian Pemdes Ringinsari. Mereka membuat badan usaha milik desa (bumdes) yang unit usahanya adalah simpan pinjam melalui badan kredit desa (BKS).
Bumdes di desa ini bernama Rukun Makmur. Didirikan pada 2017 lalu. Yang menyediakan jasa simpan pinjam bagi warga desa yang butuh biaya untuk memulai atau mengembangkan usaha. Seperti untuk pengembangan usaha jamu tradisional.
“Contohnya pinjam uang Rp 3 juta, dapat dicicil per tahun, bulan, hingga minggu,” jelas Samsul, sambil menyebut cara itu tak memberatkan warga yang pinjam.
Selain unit usaha itu, bumdes juga mengelola jasa pemasangan wifi. Karena banyak warga yang meminta. Prospeknya pun sangat bagus. Kini, mereka memiliki 250 pelanggan.
“Pemasangan jaringan wifi ini kami khususkan untuk warga desalanggan pemasang jaringan WIFI ini dikhusunkan untuk warga desa saja,” kata Samsudin.
Samsudin menambahkan, bahwa usaha pemasangan wifi Bumdes Rukun Makmur ini bekerjasama dengan salah satu operator. Dengan penhitungan bagi hasil yang telah ditetapkan.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah