Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Keren! SMPN 4 Kota Kediri Jadi Sekolah dengan Iklim Kebhinekaan Terbaik

Anwar Bahar Basalamah • Jumat, 19 Januari 2024 | 17:43 WIB
SEMBAHYANG: Siswa beragama hindu beribadah di pura yang tersedia di SMPN 4 Kota Kediri.
SEMBAHYANG: Siswa beragama hindu beribadah di pura yang tersedia di SMPN 4 Kota Kediri.

KEDIRI, JP Radar Kediri - Melewati gerbang masuk SMP Negeri 4 Kota Kediri, yang langsung terasa adalah suasana rindang nan sejuk. Pepohonan dengan daun lebat membuat teduh suasana sekolah yang kerap disebut Spipat ini. Sinar matahari yang menyengat menjadi terasa hangat karena tersaring oleh dedaunan sebelum menyentuh kulit.

Sesaat kemudian bel berbunyi nyaring. Tepat pukul 09.00, waktunya istirahat. Siswa berhamburan dari dalam kelas. Dengan senyum mengembang dan canda tawa, mereka menuju beberapa tempat. Ada yang ke kanting, ke lapangan, atau ke tempat ibadah yang tersedia.

Menariknya, tempat ibadah yang tersedia di sekolah ini tak hanya satu atau dua. Melainkan empat sekaligus. Masjid, gereja untuk umat Katolik, gereja untuk pemeluk Kristen Protestan, dan pura untuk siswa dan guru yang beragama Hindu.

Sekolah ini memang sangat menjunjung tinggi kebhinekaan dan pluralisme. Layak bila meraih apresiasi dan penghargaan dari Dinas Pendidikan Kota Kediri. Menjadi Satuan Pendidikan dengan Capaian Iklim Kebhinekaan Terbaik Jenjang SMP.

“Kami berharap ke depannya Spipat semakin kompak dan selalu menjaga kebhinekaan,” harap Kepala SMPN 4 Kota Kediri Yayuk S.Cahyaningsih.

Penghargaan yang diberikan 14 Desember 2023 itu meneguhkan sekolah ini sebagai lembaga pendidikan yang sangat menjunjung kebhinekaan dan pluralisme. Spipat menyediakan fasilitas yang sama untuk setiap pemeluk agama.

“Setiap Kamis ada kegiatan pemantapan spiritual,” tambah Waka Kesiswaan Arnie Suhestiningsih. Menurut wanita asal Jember ini, hal itu untuk memupuk karakter positif pada siswa.

Fasilitas beribadah yang disediakan pihak sekolah benar-benar dimanfaatkan siswa Spipat. Di gereja Katolik misalnya, ada puluhan siswa yang beribadah. Dipimpin katekis, pengajar agama profesional di Gereja Katolik, bernama Agustinus Sunardi.

“Di sini semua dihargai dengan sama. Tanpa membeda-bedakan. Apalagi ibu kepala sekolah sangat luar biasa. Kami acungi jempol,” ujar pria yang saat itu berjubah putih tersebut.

 Baca Juga: Profil Desa Seketi, Ngadiluwih, Kabupaten Kediri: Gencarkan Pembangunan Fasilitas Pertanian

Pemandangan serupa juga terlihat di ruang beribadah Kristen Protestan. Guru agama, Titus Sukirno, sedang memberikan khutbah ke sejumlah siswa.

Sang guru merasa kagum dengan toleransi di sekolah ini. “Bahkan, ketika kami merayakan Natal, kepala sekolah mendukung penuh,” ujar lulusan salah satu sekolah tinggi teologi di Solo ini.

Begitupun di pura yang tidak jauh dari situ. Empat siswa dan guru pembimbing keagamaan duduk bersila, ber sembahyang. Mereka merasa nyaman beribadah di sekolah.

“Teman-teman dan guru di sini sangat toleran. Tidak membeda-bedakan,” ujar Ida Bagus Ingga Cakti Kananda, siswa Spipat yang kelahiran Bali ini.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#toleransi #SMAN 4 #sekolah #kota kediri