Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Profil Desa Seketi, Ngadiluwih, Kabupaten Kediri: Gencarkan Pembangunan Fasilitas Pertanian

Habibaham Anisa Muktiara • Selasa, 16 Januari 2024 | 18:17 WIB
PEDULI PETANI: Kepala Desa Seketi Basori mengecek kondisi lahan pertanian di desanya.
PEDULI PETANI: Kepala Desa Seketi Basori mengecek kondisi lahan pertanian di desanya.

KEDIRI, JP Radar Kediri - “Anggaran dana desa ini tetap fokus ketahanan pangan. Dengan melakukan pembangunan di area pertanian,” jelas Kepala Desa Seketi, Kecamatan Ngadiluwih Basori.

Pembangunan infrastruktur ini dilakukan dengan melakukan pengecoran di jalan persawahan, irigasi dan renovasi jembatan jalur irigasi. Basori menjelaskan untuk perbaikan jalan di area persawahan tahun ini ada pada satu tempat. Itu dilakukan pengecoran jalan karena kondisi jalan hanya berupa tanah. Sehingga menyulitkan petani.

Tak hanya mempermudah akses petani menuju area persawahan. Namun juga memudahkan petani saat mengangkut hasil panen. Sebab untuk mengangkut hasil panen biasanya menggunakan kendaraan besar.

Selain pengecoran jalan, pihaknya juga melakukan pembangunan irigasi. Pembangunan irigasi ada di dua tempat. Begitu pula dengan normalisasi saluran air ada di dua tempat. Sebelum dilakukan normalisasi, bentuk bangunan saluran irigasi ini sudah ada. Hanya saja saluran yang di cor tersebut tanggulnya banyak yang mengalami kerusakan.

“Banyak petani ini memperbesar blombong dan menyebabkan kerusakan pada tanggul,” tandasnya.

Layani Pupuk Subsidi bagi Petani

Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Desa Seketi, Kecamatan Ngadiluwih juga memiliki kepedulian dengan petani. Salah satunya dengan melakukan pengadaan pupuk subsidi dan obat-obatn untuk pertanian. “Rencananya nanti akan dibuka pada tahun ini,” jelas Kepala Desa Seketi, Kecamatan Ngadiluwih Basori.

Basori menjelaskan, alasan kenapa baru dibuka pada awal tahun 2024. Itu dikarenakan pencairan dana baru dapat dilakukan pada akhir 2023. Setelah berhasil dicairkan, kini bantuan tersebut sudah dibelanjakan untuk keperluan pertanian. “Uang ini digunakan untuk menebus pupuk subsidi,” ucapnya.

Laki-laki kelahiran 1968 ini bercerita bahwa sebelum ini di desanya terdapat sebuah kios yang melayani pupuk subsidi. Hanya saja, pada 2020 izin tersebut kemudian dicabut. Setelah pencabutan tersebut pengambilan pupuk subsidi ini dipindah ke desa lain.

“Untuk petani yang ada di desa ini mengambil pupuk subsidi di desa bangle,” ungkap Basori. Pemerintah desa kemudian berusaha mengupayakan agar kios ini dapat berjalan kembali.

Ingin Kembangkan Wisata Desa

Basori dulunya adalah seorang modin. Kini, dia menjadi orang nomor satu di Desa Seketi, Kecamatan Ngadiluwih. “Saya dulu melayani masyarakat untuk melakukan pernikahan,” ceritanya.

Selama menjabat sebagai kepala desa, laki-laki berusia 55 tahun ini mempunyai keinginan untuk untuk memiliki desa wisata. “Ini ancang-ancang saya, Bumdes nanti kedepannya bagaimana Desa Seketi ini dapat menjadi desa wisata,” imbuhnya.

Nantinya lokasi desa wisata ini berada di tepi sungai Brantas. Hanya saja, selain membutuhkan waktu, penataan ini juga membutuhkan modal yang besar. “Selain itu tanah tersebut adalah milik dinas perairan, sehingga perlu ada sinkronisasi terlebih dahulu,” kata Basori.

Laki-laki kelahiran bulan Agustus ini ingin membuat tempat wisata air. Karena lokasinya berada di tepi sungai, ia ingin memberikan fasilitas perahu. “Perahu ini diharapkan bisa menarik pengunjung yang sedang ingin berlibur,” ungkap Basori.

Di tempat wisata desa nantinya juga terdapat lapak untuk berjualan kuliner. Salah satunya nanti menjual jajanan khas desanya. Sehingga tempat wisata ini dapat menambah pendapatan asli desa.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#desa seketi #kediri #ngadiluwih