KEDIRI, JP Radar Kediri - Desa Wonocatur di Kecamatan Ngasem ini memiliki satu lapangan olahraga. Sayang, tidak terawat dengan baik. Kondisinya tak terurus, terbengkalai.
Kini, pemerintah desa (pemdes) berniat memberdayakan lagi. Membangunnya menjadi lebih bagus. “Jadi sport center,” ucap Kades Ilham Bagus Dwi Pamungkas.
Upaya itu tidak mudah. Proses pembangunannya butuh waktu panjang. Selain pembiayaan yang bertahap, juga fasilitas yang dilengkapi.
“Akan ada lapangan outdoor dan indoor,” terangnya.
Saat ini progresnya adalah pembangunan lapangan outdoor. Rencananya selesai akhir Desember ini. Setelah itu berlanjut ke pembangunan lapangan indoor.
Untuk lapangan outdoor, proses yang lama adalah treatment penumbuhan rumput. Karena itu, setelah selesai pengerjaan akan langsung diteruskan dengan upaya itu. Kades 28 tahun ini mengungkapkan alasan membangun sport center di tempat yang lebih ke dalam, tidak di tepi jalan utama. Sebab, dengan melalui gang tersebut sekaligus untuk mengangkat perekonomian warga.
“Harapan saya nanti ada keramaian di dalam gang. Warga sekitar lapangan bisa membuka tempat berjualan,” ungkap Bagus.
Sport center ini lengkap dengan berbagai fasilitas. Selain kursi penonton juga kamar mandi hingga ruang ganti. Nantinya, juga bisa disewa pihak ketiga. Agar bisa menjadi pemasukan pendapatan desa.
Hebatnya, desain sport center ini dibuat sendiri oleh Bagus. Mengusung tema green architecture. “Sebelumnya saya sempat akan dibantu Pak Andryrahman, arsitek dari Surabaya. Insya Allah nanti akan berkoborasi untuk pembangunan balai desa,” aku Bagus.
Balai Desanya Green Architecture dan Ramah Disabilitas
Setelah sport center, Pemdes Wonocatur juga akan merelokasi balai desa. Menjadi satu kompleks dengan sport center tersebut. Selain tetap mengusung green architecture, balai desa ini juga ramah disabilitas.
“Jadi pembangunan kantor desa ini lebih ke fungsi dan ramah disabilitas,” terang Kades Ilham Bayu Dwi.
Inspirasi desain kantor desa ini berdasarkan pengamatan perilaku. Untuk menggambarkan perilaku masyarakat desa yang terbuka, desain ruangan juga dibuat terbuka. Pelayanan berada di tengah. Sedangkan yang disamping sebagai ruang baca hingga polindes.
“Ruangan di lantai dua ini digunakan sebagai balai pertemuan,” imbuhnya.
Konsep green architecture terlihat di model atapnya. Mempermudah udara masuk ke bangunan. Tapi mampu menahan sinar matahari agar tidak terlalu menyilaukan.
Juga, ada jendela model lipat. Membuat sirkulasi udara lebih bebas hingga bisa menghemat penggunaan AC.
Lalu, untuk apa kantor desa yang lama? Menurut Bagus, bangunan lama akan beralih fungsi. Menjadi sentra usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Bagus menambahkan bahwa didekat kantor desa dan sport center ini juga dikembangkan fasilitas taman. Ide membuat taman tersebut muncul saat ia melihat anak kecil bermain di bawah pohon. Adanya taman tersebut membuat anak memiliki lokasi bermain yang layak.
Majukan Desa, Kembangkan Potensi
Tak heran bila banyak fasilitas di Desa Wonocatur diarsiteki sendiri oleh sang kepala desa (kades). Sebab, Ilham Bayu Dwi Pamungkas, sang kades, adalah lulusan Fakultas Arsitektur Universitas Brawijaya (UB) Malang.
“Dari tugas pengabdian masyarakat di desa saat kuliah, saya ingin memgembangkan desa yang tertinggal,” aku Bagus, saat ditemui di kantornya.
Bagus bercerita, saat masih kuliah, dosennya sering mengajaknya ke desa-desa tertinggal. Seperti di Pulau Bawean, Gresik. Yang kemudian berkembang menjadi desa maju. “Saya di sana selama satu bulan,” terangnya.
Di Bawean itu, punya potensi wisata yang tinggi. Karena itu dia membuat desain pantai dan paralayang.
Dari awal mula memang kebisaan pengabadian masyarakat di desa tertinggal, paling banyak di daerah Mojokerto. Membuatnya ingin mengembangkan desa. “Maka itu saya tertarik. Karena saya masih baru di sini saya harus ekstra melakukan analisa mencari potensi yang ada di desa ini,” ungkap Bagus.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah