Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Mematikan, Yuk Kenali Penyakit Jantung Koroner

Oktavia Rahajeng Ratrikinasih • Rabu, 29 November 2023 | 17:18 WIB

 

Photo
Photo

Jantung koroner
adalah penyakit yang disebabkan kerusakan pembuluh darah utama jantung. Meskipun berbahaya tapi tetap bisa disembuhkan. Caranya, memperhatikan asupan makanan dan pasang ring.

Secara umu, penyakit jantung terbagi menjadi tiga. Jantung koroner, fungsi jantung, dan kelainan genetik. Dari ketiganya, yang  paling sering terjadi adalah jantung koroner. Yang disebabkan karena penyempitan pembuluh darah utama hingga aliran darah yang ke jantung tak maksimal.

“Penyempitan pembuluh darah ini karena adanya plak,” terang dr Wahyu Sri Astuti, SKep MKes.

Plak tersebut berupa lemak. Penyebabnya bisa karena kolesterol tinggi. Atau gara-gara hipertensi.

“Plak ini yang menghambat darah menuju jantung. Sehingga penderita merasakan nyeri yang bisa terasa di lengan sampai ke punggung,” terang dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Prodi Keperawatan di Institut Ilmu Kesehatan (IIK) Bhakti Wiyata Kediri ini.

Untuk penanganannya, penderita jantung koroner harus memperhatikan betul apa yang dikonsumsi setiap hari. Istilah modern di zaman sekarang adalah ‘manage isi piringmu’. Maksudnya adalah gizi yang seimbang. Harus ada kalori yang cukup, protein, vitamin, dan mineral. Kemudian melakukan olahraga fisik seperti badminton. Selain itu penderita harus mengurangi kopi dan rokok.

Penderita jantung koroner bisa sembuh dengan menerapkan pola hidup sehat dan mendapatkan penanganan yang tepat serta cepat. Wahyu mengatakan bahwa banyak yang berhasil sembuh berkat pemasangan ring di dalam pembuluh darah utama yang tersumbat.

Jangan Sepelekan Nyeri Dada
Penyakit jantung bisa menyerang siapa saja dan dalam usia berapa pun. Sering menyerang pada seseorang yang obesitas atau memiliki berat badan berlebih. Atau menyerang orang yang sebenarnya tak memiliki riwayat penyakit jantung sebelumnya.

Bahkan diet juga bisa menjadi pemicu terjadinya disfungsi pada jantung. Ini terjadi jika melakukan diet menggunakan pil.

Bagaimana mengenali serangannya? Bila sering mengalami nyeri di dada kiri-kalau lansia di ulu hati-, sudah layaknya waspada. Istilahnya adalah precordial catch syndrome.

“Ini kondisi nyeri dada yang sifatnya tajam dan mendadak,” jelas Wahyu.

Ketika mengalami nyeri, biasanya semakin terasa saat menarik napas. Nyeri itu hilang dengan sendirinya ketika tubuh diam sejenak dan berusaha mengontrol diri untuk rileks.

Namun precordial catch syndrome ini perlu diwaspadai. Nyeri dada jenis ini tidak boleh diabaikan begitu saja.

“Setidaknya harus melakukan cek kesehatan jantung seperti pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) dan tes treadmill,” jelas wanita berusia 59 tahun tersebut. Karena bisa saja terjadi kelainan otot jantung ataupun adanya kanker payudara pada perempuan. Sehingga sering terjadinya nyeri dada.

Wahyu juga menjelaskan bahwa precordial catch syndrome ini justru lebih beresiko pada pria. “Kesehatan jantung juga diukur dari kelancaran menstruasi. Dan pria tidak mengalami hal itu sehingga lebih rentan atau lebih berisiko,” paparnya.

Namun jika sering mengalami nyeri dada jenis ini dan sudah melakukan cek. Kemudian hasilnya baik-baik saja, yang perlu dilakukan hanyalah mengurangi tingkat stres. Karena dengan adanya stres, hormon adrenaline meningkat. Sehingga pembuluh darah utama juga bisa menyempit. Kemudian terjadi nyeri di dada kiri.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#penyakit jantung #koroner #pembuluh darah #Mematikan