Bila manfish dikenal sebagai queen of aquarium, ikan cantik asal Sungai Amazon ini dijuluki sebagai king of aquarium. Bentuk, warna, dan coraknya membuat penghobi ikan hias menggemarinya.
Tren ikan hias seakan tiada matinya. Ini karena banyaknya jenis ikan air tawar yang menarik bila dipelihara di akuarium. Salah satu jenis ikan yang moncer dan disuka penghobi ikan saat ini adalah discus. Ikan yang sejatinya berasal dari Sungai Amazon-sungai terpanjang di dunia yang membelah Amerika Selatan itu-menjadi primadona baru. Banyak pecinta ikan hias yang beralih memelihara discus.
Salah satunya adalah Tonang Sugianto. Penghobi yang beralamat di Jalan Cakarwesi Kota Kediri ini pindah memelihara si King of Aquarium ini sejak dua tahun lalu.
“Pertama kali membeli langsung yang size yang besar,” cerita Tonang.
Ukuran besar itu adalah lima atau enam inchi. Dia membeli sepasang dari pembudidaya di Kota Bogor, Jawa Barat. Harganya, lumayan juga, Rp 2,5 juta sepasang.
“Tapi waktu beli si penjual itu tak berani menyebut apakah ikan itu betina atau jantan. Karena sulit membedakannya,” terangnya.
Bagi yang sekadar penghobi, membedakan jantan dan betina memang bukan masalah utama. Tapi, bagi yang ingin membudidayakan, tentu saja mengetahui mana yang jantan dan mana yang betina jadi faktor penting. Namun, hingga saat ini belum ada patokan yang pas untuk membedakan.
“Ada yang bilang dari bentuk dahi dan ukuran tubuh. Tapi, itu juga belum bisa jadi patokan,” kata pria yang juga memelihara ikan jenis manfish ini. Yang lebih tepat, menurut sambung Tonang, adalah mengetahui setelah si ikan mengeluarkan telur.
Sebelum memelihara ikan discus, Tonang menyarankan agar terlebih dahulu menyiapkan tangki atau akuarium yang sudah ada peralatan oksigennya. Selain itu suhu air untuk memelihara ikan satu ini juga harus diperhatikan. Kandungan air untuk budidaya, kebanyakan menggunakan PH delapan dan TDS 300.
“Dengan kondisi air tersebut telur ikan dapat menetas namun anak ikan tidak bisa hidup,” jelas Tonang.
Agar dapat menetaskan dan membesarkan anakan ikan, kondisi air TDS harus di bawah 100 dan PH-nya lima. Untuk mendapatkan air dalam kondisi tersebut, perlu menggunakan mesin RO yang biasanya digunakan air isi ulang. Atau membeli salah satu merek air minum isi ulang.
Dia pernah mencoba menggunakan sistem hashing untuk menyaring, tapi itu tidak berhasil. Sedangkan untuk membeli alat perlu mengeluarkan uang belasan juta.
Sementara untuk fokus pembesaran, bisa menggunakan air dengan TDS tinggi dan PH sekitar tujuh dan delapan. Hanya saja untuk mendatangkan bibit, disarankan ikan berukuran 2,5 atau 3 inch. Diusahakan ukuran ikan ini tidak terlalu kecil, sebab untuk beradaptasi ditempat yang baru itu membutuhkan waktu. Apalagi kondisi air di tempat barunya ini kualitasnya tidak bagus, sehingga rawan mati.
Ikan dengan ukuran 2,5 hingga inch, daya tahan tubuhnya jauh lebih kuat. Sebab imunnya sudah terbentuk.
“Ikan satu ini sangat sensitif, sehingga masih jarang di sini yang berhasil membudidayakan ikan discus,” ungkap laki-laki berusia 40 tahun tersebut.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah