Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Sumber Ngreco di Rembang Ngadiluwih Kediri Tidak Terawat, Banyak Sampah Plastik Menumpuk

Anwar Bahar Basalamah • Senin, 11 September 2023 | 17:04 WIB

 

KURANG TERURUS: Kondisi Sumber Ngreco yang kotor karena tumpukan sampah plastik dan daun-daun kering.
KURANG TERURUS: Kondisi Sumber Ngreco yang kotor karena tumpukan sampah plastik dan daun-daun kering.

Sumber Ngreco memiliki area yang luas. Dimanfaatkan warga untuk rekreasi dengan memancing. Sayang, tumpukan sampah mengganggu suasana.

Sejumlah laki-laki parobaya bergantian mengaitkan umpan pada kail. Kemudian melemparkannya ke air. Menunggu beberapa waktu agar umpannya termakan ikan. Tapi, hingga 15 menit berlalu, beberapa kail tak tersentuh ikan.

“Mancing di sini sebenarnya sulit. Yang mancing banyak, ikannya nggak ada,” ucap Supriyadi, warga sekitar yang saat itu menjadi salah satu pemancing.

Ikannya bukan berarti tidak ada sama sekali. Melainkan, jumlahnya semakin berkurang. Itu karena, menurut pria berusia 70 tahun itu, saat ini tidak ada yang mengelola kawasan sumber.

“Dulu sering ada yang melepas benih ikan. Tapi sudah lama sepertinya nggak ada lagi,” imbuhnya.

Awalnya, kata Supriyadi, kawasan ini memang diproyeksikan sebagai tempat budidaya ikan. Dengan begitu bisa menarik warga atau wisatawan yang ingin memancing. Namun, sudah lama pengelolaannya mandek.

Itu terlihat dari tumpukan sampah. Arus kolam berukuran sekitar 150 x 50 meter itu membawa sampah menuju ke satu sisi waduk. Akibatnya, pemandangan tak sedap pun tersaji, Baik dari sampah plastik atau daun-daun kering.

Airnya juga tak terlihat bening. Tapi berwarna hijau. “Ini karena lumut. Makanya airnya hijau. Tapi aslinya bening dan tetap mengalir,” kata Supriyadi.

Selama kemarau seperti sekarang, air sebenarnya tetap mengalir. Meski, penyusutan nampak jelas terlihat dari jejaknya di dinding waduk. Area berwarna putih setinggi 0,5 meter menunjukkan bahwa pengurangan debit waduk selama kemarau sangat signifikan.

“Tapi ini masih dalam airnya. Kira-kira dua meter ada,” pungkasnya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#SUMBER #Air Jernih #wisata alam #sumber air