Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kamu Harus Kenali Anabul yang Punya Masalah Ginjal, Ini Tanda-tandanya

Habibaham Anisa Muktiara • Selasa, 5 September 2023 | 17:30 WIB

 

Photo
Photo
Sakit ginjal tak hanya menyerang manusia. Juga pada hewan piaraan yang berbulu. Penyebabnya beragam. Namun, yang pasti, bakal mempengaruhi aktivitas si anabul.

Kucing kesayangan si Putri lagi tidak bersemangat. Lesu dan seperti kehilangan nafsu makan. Hingga mengalami dehidrasi.

Ketika dibawa ke klinik, ketahuan bahwa si kucing bermasalah pada ginjalnya. Bukan karena faktor cuaca yang panas seperti saat ini.

“Penyakit ginjal pada kucing dan anjing terjadi karena ada penurunan pada fungsi,” terang Drh Pujiono, owner klinik hewan Aksa.

Seperti halnya pada manusia, ginjal di anabul adalah organ penting. Fungsinya membuang racun, menjaga tekanan darah, hingga membantu produksi sel darah merah. Karenanya, menjaga ginjal tetap sehat adalah sesuatu yang penting bagi hewan-hewan berbulu itu.

Sebagai pemilik, sangat penting memperhatikan kondisi pada piaraannya. Mereka harus peka melihat perubahan yang terjadi. Karena tanda anabul menderita sakit ginjal terlihat dari tubuhnya yang lesu. Tanda lain, hewan akan muntah dan berhenti makan.

“Karena racun yang biasanya keluar melalui kencing menumpuk dan membuat hewan merasa lemas,” terang Pujiono.

Bila menunjukkan gejala seperti itu, sangat disarankan agar pemilik membawa ke dokter hewan. Selain untuk mendiagnosis juga agar bisa ditangani dengan tepat.

Agar tahu hewan terkena ginjal atau bukan, dokter akan menguji sampel urinnya. Karena dari urin tersebut akan terlihat apakah karena protein hilang atau infeksi.

Sayangnya hingga saat ini belum ada obat untuk penyakit ini. Obat yang diresepkan biasanya hanya membantu memulihkan kondisi hewan.

Yang harus diingat, selain diobati hewan yang terkena ginjal juga wajib diet. Yaitu menjaga pola makan. Diet ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan spesifik kucing. Seperti protein yang mudah dicerna agar tidak banyak limbah yang dikeluarkan ginjal. Juga mengurangi fosfor dan asam lemak esensial yang berfungsi sebagai antiinflamasi alami untuk mendukung ginjal kucing.

Disarankan pula mengubah pola makan secara bertahap. Tujuannya agar hewan tersebut bisa beradaptasi dengan rasa yang lebih hambar dan tekstur yang berbeda.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.  

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#anabul #kucing #satwa #kesehatan #ginjal