Sumber Klinting pernah menjadi wisata favorit bagi warga Kecamatan Badas dan sekitarnya. Sayangnya, pandemic membuatnya semuanya berubah. Tempat wisata yang berada di Desa Bringin itu terpaksa untuk ditutup. Bahkan hingga kini, tempat tersebut tak bisa kembali seperti saat di masa jayanya.
Warga Kecamatan Badas dan sekitarnya pasti tak asing dengan wisata sumber Klinting. Terlebih, sumber ini pernah menjadi rujukan bagi warga Kecamatan Badas untuk mencari tempat wisata sekitar 2018 silam. Terutama opsi wisata yang lengkap dan murah.
Lain dulu lain sekarang. Sumber Klinting nasibnya sekarang cukup menyedihkan. Nyaris tak ada pengunjung. Maklum saja, tempatnya kini tak terurus. Bahkan, beberapa wahana andalan seperti rumah pohon dan kolam pemancingan sudah jauh dari kata layak.
Bagaimana hal tersebut dapat terjadi? Menanggapi pertanyaan itu, Penjaga Sumber Klinting Suyono memiliki jawabannya. Pria paro baya itu mengatakan, pandemi yang menjadikan nasib sumber Klinting jadi seperti saat ini. “Jadi benar-benar rusak sejak diterjang pandemi di tahun 2020,” ujarnya.
Dulu, sumber Klinting hanya sumber kecil di tanah milik Desa Bringin. Daripada tak terurus, pihak desa memanfaatkannya untuk dijadikan tempat wisata. Sumber yang mulanya kecil lalu dibangun sedemikian rupa. Alhasil di tahun 2018, Wisata Sumber Klinting resmi dibuka.
Saat awal dibuka, pengunjung di tempat ini membeludak. Jumlahnya mencapai ratusan orang setiap harinya. Maklum saja untuk masuk ke wisata tersebut, pengunjung hanya perlu membayar uang parkir. Yaitu Rp 2 ribu saja. “Di sini murah sekali. Cuma bayar parkir bisa nyoba semua wahana,” sambungnya.
Namun hal itu segera berubah. Tepatnya pada tahun 2020. Ketika pandemi Covid-19 menyerang. Seluruh tempat wisata di Kabupaten Kediri harus ditutup. Tak terkecuali sumber Klinting.
Dengan tidak adanya pemasukan, petugas jadi kesulitan merawat sumber Klinting. Lambat laun tempat ini pun jadi tak terurus. Wahana yang dulunya dibangun menarik, kini jadi rusak. Bahkan banyak wahana yang dibongkar karena malah membuat pemandangan kurang sedap dipandang.
Lebih miris lagi, pengunjung di wisata tersebut tak kembali seperti semula. Karena sudah tak terawat, pengunjung tak mau mengunjungi tempat tersebut. “Setelah mereda itu coba untuk bangkit. Tapi ternyata tetap susah,” tutupnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah