Beraliran Nu Metal, agaknya band Snapburn berusaha memikat penikmat musik Kediri Raya dengan tampil beda. Di single bertajuk Damai yang dirilis Minggu (20/8) malam, mereka mengolaborasikan musik yang menghentak dengan gending Jawa.
‘Kabeh iku wis ana dalane
Tumindak e manungsa
Marang kahanane urip
Pasrah marang kersaning gusti’
Alunan gending Jawa memenuhi salah satu kafe di Kecamatan Mojoroto pada Minggu (20/8) malam lalu. Para pengunjung yang sejak awal memperhatikan penampilan sekelompok pemuda di bagian depan, seolah terhenyak. Semua mata tertuju pada mereka.
Baca Juga: Mahasiswa Malaysia Bertandang ke Kampus UNP Kediri, Ini yang Dipelajari
Perpindahan alunan musik yang semula sedikit menghentak menjadi gending Jawa itu agaknya sedikit mengejutkan. Kesan magis yang muncul akibat peralihan dua genre musik yang seolah bertolak belakang itu tak terelakkan. Single dari grup band Snapburn berjudul Damai yang dibawakan malam itu pun sukses memikat penonton. Riuh tepuk tangan memenuhi ruangan saat mereka selesai perform.
“Kami sengaja menggabungkan musik rock dengan nuansa etnik. Ya gending Jawa ini,” kata Baiu, bassist Snapburn. Single yang dibawakan malam itu memang lagu yang spesial bagi lima pemuda itu.
Mereka sengaja mencari hal yang unik untuk dituangkan ke dalam lagu. Dari berbagai diskusi, akhirnya mereka memutuskan untuk mencari unsur
Baca Juga: Sumber Gobang Letaknya di Perbatasan Kota dan Kabupaten Kediri, Sering Jadi Jujukan Petani
yang bisa diterima semua orang. “Unsur Jawa itu diakulturasikan dengan musik yang Snapburn banget,” lanjut pria yang Minggu malam lalu memakai kaus putih itu.
Lirik berbahasa Jawa yang dimasukkan dalam lagu Damai juga sarat dengan makna. Yakni, membawa pesan untuk berdamai dengan diri sendiri. “Lirik ini dibuat setelah sebelumnya ngobrol atau deeptalk sama ibu,” sambung Max Xaverio, sang vokalis.
Tak hanya dengan sang ibu, Max juga sering membahas banyak topik dengan istrinya. Dari obrolan-obrolan itu, muncul berbagai masalah yang ternyata rumit. Dari sanalah ilham lagu Damai berasal.
Baca Juga: Mata Air Sumber Nanggung di Kras Kabupaten Kediri Ini Tidak Pernah Kering meski Musim Kemarau
Sosok ibu memang dominan dalam lagu ini. Selain tergambarkan dalam artwork-nya, juga tergambarkan jelas lewat video klipnya. “Lagu ini wujud terima kasih kepada sosok ibu yang selalu menjadi tempat pulang di tengah konflik yang dihadapi seorang anak,” tutur Max tentang lagu yang digarap sejak 2021 lalu itu.
Tak hanya mengeksplorasi peran ibu, lagu Damai sengaja dikemas dengan penggambaran yang sederhana. Dengan cerita yang dekat dengan semua orang. Termasuk penggambaran seorang anak yang beranjak dewasa dan terpengaruh dengan pergaulan bebas.
“Kami ingin menampilkan hubungan yang mengena ke hati. Jadi kita tampilkan sosok ibu,” sambung Arie Sulistiawan, pengarah video klip Damai.
Baca Juga: Sumber Tengis di Bawang Kota Kediri Terancam Hilang, Ini Penyebabnya
Bagi Axel CB, punggawa band sekaligus produser lagu ini, pesan damai yang ingin disampaikan justru lebih luas lagi. Tak hanya berdamai dengan diri sendiri, melainkan juga alam semesta dan Tuhan.
“Awal pembuatan lagu ini memang berangkat dari pengalaman diri sendiri. Selama pandemi kita terpuruk. Setelah pandemi, waktunya berdamai dengan diri sendiri dan alam semesta,” tutur Axel.
Total ada empat lagu yang sudah dibuat oleh Snapburn. Dari hasil beberapa kali diskusi, lagu Damai dinilai paling layak dari sisi produksi. Setelah resmi di-launching Minggu malam lalu, lagu dari band yang digawangi oleh Axel CB, Baiu, Agung, Max Xaverio, dan Mac Adiatma ini sudah bisa didengarkan melalui layanan streaming musik digital. Misalnya, Spotify dan Apple Music.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah