Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Mata Air di Kelurahan Gayam Kota Kediri Ini Terbengkalai dan Mengering, Namanya Sumber Wedang

Anwar Bahar Basalamah • Senin, 14 Agustus 2023 | 17:18 WIB
TERBENGKALAI: Salah seorang pengunjung sedang mengamati kondisi sumber Wedang yang kini mengering.
TERBENGKALAI: Salah seorang pengunjung sedang mengamati kondisi sumber Wedang yang kini mengering.

 

Berada di tengah area persawahan, mata air ini seharusnya bisa jadi sumber pengairan. Namun, sumber ini justru mengering. Yang tersisa hanya semak belukar dan tanaman liar di tengah hamparan sawah.

Mata air ini berada tak jauh dari jalan tembus antara Kelurahan Gayam dan Kelurahan Ngampel. Tepatnya di antara tempat pembuangan sampah (TPS) Gayam dan sebuah tempat pemakaman umum (TPU) setempat.

Untuk mencapainya, warga harus berjalan melewati area persawahan terlebih dahulu. Saat ini, persawahan itu banyak ditanamai rumput gajah dan tebu. Sumber ini hanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki sejauh lebih kurang 100 meter melewati petak sawah.

Sesampainya di sana, hanya ada semak belukar dan tanaman liar. Ditambah dengan beberapa pohon besar dan tanaman perdu. Namun, sumber ini kondisinya memprihatinkan. Tak ada air di sana. Mata air ini telah mengering. Yang tersisa hanya permukaan tanah yang lembap. Tanpa air yang menggenang. Apalagi, mengalir sebagaimana mata air pada umumnya.

“Setahu saya dari dulu ya begitu (kering, red). Nggak pernah ada airnya,” ujar Juwariyah, petani setempat. Alhasil, tak ada pula jaringan air di sekeliling kawasan mata air yang biasa disebut warga setempat sebagai sumber Wedang Bulu-Bulu tersebut.

Mata air yang berada tak jauh dari Sumber Begendang ini seolah dibiarkan begitu saja. Tidak dirawat atau dikonservasi. Tanaman perdu menutup hampir seluruh permukaan mata air. Beberapa bekas pohon yang tumbang juga dibiarkan begitu saja.

“Karena di sawah-sawah sini kan belik-beliknya banyak. Jadi mungkin nggak begitu butuh air dari sumber,” tambah perempuan paro baya asal Nganjuk itu.

Kawasan pertanian sekitar Sumber Wedang dan Sumber Begendang memang dilimpahi banyak air. Bahkan di beberapa titik, air bisa merembes begitu saja di area persawahan. Di Sumber Begendang bahkan sampai harus ditutup saluran airnya karena sering menggenangi area persawahan di sana.

Meski airnya telah mengering, namun kawasan mata air ini masih ada. Sejumlah petani setempat pun memanfaatkan area itu untuk menanam buah-buahan. Termasuk di antaranya pisang dan mangga yang juga tersebar di kawasan seluas tak lebih dari 30 meter itu.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#mata air #terbengkalai #sumber air