Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Sumber Bulus Kelurahan Tosarean Kota Kediri, Alternatif Wisata Murah Keluarga

Anwar Bahar Basalamah • Jumat, 21 Juli 2023 | 17:09 WIB

RAWAT: Mbah Sri menunjukkan air Sumber Bulus yang bersih. Tiap hari ia rutin merawat dan membersihkan lingkungan mata air itu.
RAWAT: Mbah Sri menunjukkan air Sumber Bulus yang bersih. Tiap hari ia rutin merawat dan membersihkan lingkungan mata air itu.

Berada di dekat permukiman padat tak membuat sumber ini tergerus pembangunan. Airnya tetap mengalir dan lestari. Menjadi oase bagi suasana sumpek perkotaan.

Namanya Sumber Bulus. Letaknya di Kelurahan Tosaren, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. Bila ditarik garis lurus jaraknya hanya 2,6 kilometer dari pusat kota atau Alun-Alun Kota Kediri.

Sumber ini seakan jadi pemisah antara permukiman warga dengan area persawahan. Di sekitar mata air berjajar pohon-pohon besar yang semakin menambah kesan asri dan rindang. Sisi utaranya langsung berbatasan dengan permukiman padat penduduk. Sedangkan di sisi selatan terbentang area persawahan.

Letak yang seperti itu membuatnya jadi jujukan warga untuk memanjakan rasa. Menghilangkan kepenatan dari kesibukan sehari-hari. Seperti yang dilakukan dua pemuda nampak menghabiskan waktu berenang di sendang, kolam air yang terbentuk dari tampungan air sumber.

Airnya yang bersih dan fondasi bangunan yang baru dibangun menjadi daya tarik. Membuat sendang ini menjadi salah satu tempat wisata air favorit.

“Biasanya kalau libur sekolah bisa ramai anak-anak kecil. Hari ini sepi,” kata Sri Rejeki, wanita yang menjadi penjaga Sumber Bulus.

Peruntukan Sumber Bulus yang paling signifikan memang sebagai wisata air. Sebuah sendang yang dibangun pada 2022 lalu ini diperuntukan khusus untuk berenang. Baru alirannya –yang melewati sebuah jalan menurun di sisi barat—biasa dipakai warga untuk mencuci baju. Bahkan, ada tempat khusus untuk mencuci di sana.

“Di sini (sendang utama, Red) memang harus bersih terus. Ikan-ikannya nggak boleh dikasih pakan pelet,” tambah Sri.

Di sendang itu, memang, belum lama ini disebar benih-benih ikan. Jenisnya pun beragam. Menurut Sri, beberapa ikan yang ada di sana termasuk ikan bader dan lele.

“Pakan ikannya alami saja dari lumut atau daun-daun yang jatuh,” tandas perempuan berusia 58 tahun itu.

Tak ayal, air di dalam sendang termasuk jernih. Bersih tanpa sampah sedikit pun. Bagi warga yang ingin berenang, Sri mengatakan pengelola hanya mematok tarif Rp 2 ribu sebagai uang kebersihan.

“Tapi kalau anak-anak kecil sekitar sini ya kadang saya biarkan,” akunya.

Meskipun relatif gratisan, fasilitas berusaha dilengkapi. Ada sebilah papan loncat sederhana dari kayu panjang yang terpasang.

Menurut Sri, suaminya –yang juga penjaga Sumber Bulus—yang memasang papan sebagai fasilitas tambahan. “Yah buat main anak-anak Mbak,” ujarnya.

Di musim kemarau pun debit Sumber Bulus tetap stabil. Mata air –yang konon keluar dari dalam pohon beringin berusia ratusan tahun—terus memancarkan air. Air dari sendang pun dialirkan melalui satu aliran parit yang mengalir sampai Tirtoudan.

“Airnya sampai sana masih jernih. Kadang ada yang pakai untuk cuci-cuci. Termasuk yang di seberang situ,” ujar Sri menunjuk ke arah bangunan tlundak, atau undakan, yang memang diperuntukan bagi warga yang hendak mengakses air dari sumber tanpa harus masuk ke area sendang.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#wisata sumber air #SUMBER #Air Sumber Pitu #sumber air