Gaya berpacaran anak muda zaman sekarang lebih terkesan terlalu vulgar. Tidak hanya di dunia nyata, mereka juga memamerkannya di media sosial. Kebanyakan merasa yang dilakukannya agar terlihat keren dan kekinian. Namun di balik itu semua, ada yang menjadi penyebabnya.
“Ada beberapa alasan mengapa gaya berpacaran anak sekarang menjadi lebih berani,” ujar Psikolog Vivi Rosdiana. Salah satu penyebabnya adalah media sosial (medsos) yang sebenarnya digunakan untuk mencari informasi hingga mengabadikan momen malah disalahgunakan.
Banyak remaja yang tidak segan-segan mem-posting foto atau video mereka sedang bermesraan. Tentu saja gaya berpacaran ini sangat jauh berbeda dengan gaya generasi sebelumnya. Sehingga bisa dikatakan perkembangan media sosial ini yang mempengaruhi gaya berpacaran remaja saat ini.
Selain berkembangnya media sosial, juga karena faktor globalisasi dan kebarat-baratan. Dari media sosial tersebut, mereka dengan mudah mendapatkan informasi dari luar. Salah satunya adalah dengan mengikuti gaya pacaran yang kebarat-baratan.
“Padahal kebiasan mereka tersebut tidak cocok dengan negara kita yang menganut budaya ketimuran,” tutur Vivi.
Selain budaya, hal lain yang mempengaruhi adalah anak remaja ini mengikuti idolanya. Sebagai fans, banyak yang memiliki keinginan agar dia pun bisa seperti idolanya. Mereka berpikir bagaimana caranya agar foto-fotonya bisa mendapat likes yang banyak.
Yang perlu diketahui, nggak mungkin foto yang nggak bagus di-posting. Di medsos pasti yang kelihatan yang bagusnya saja, padahal realitanya bukan seperti itu. Maka, jadilah pemirsa yang cerdas.
Sebagian orang yang gemar mengunggah foto berpacaran mereka ke media sosial biasanya nggak memikirkan dampak yang terjadi kedepannya. Sebaiknya sebelum mengunggahnya, pikirkan dampak ke depan yang akan kamu alami nantinya.
Lalu apa yang harus dilakukan orang tua ? Vivi mengatakan bahwa orang tua perlu melakukan pendampingan. Tertarik dengan lawan jenis memang suatu hal yang wajar. Namun sebagai remaja yang masih duduk dibangku sekolah, perlu memahami bahwa kewajibannya dalam menuntut ilmu. “Sehingga berpacaran sewajarnya dan mengatahui apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan,” terang Vivi.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah