Di Taman Hutan Joyoboyo, Kota Kediri ada beberapa jenis tanaman yang diprediksi telah berusia puluhan hingga ratusan tahun. Itu seperti pohon trembesi, beringin, hingga flamboyan.
Dari ketiga jenis pohon itu, jumlah trembesi yang paling banyak. Yaitu mencapai 20 hingga 30-an pohon. Dengan berbagai ukuran yang bermacam-macam. Namun yang tertinggi, tanaman tersebut bisa mencapai sekitar 30 meter.
Rindangnya pohon trembesi itu pula yang membuat Taman Hutan Joyoboyo menjadi sedikit gelap. Karena saking tinggi dan banyak jumlahnya, cahaya matahari yang masuk ke area taman menjadi terhalang.
Hal tersebut yang membuat Taman Hutan Joyoboyo menjadi khas. Tingginya pohon trembesi dapat terlihat dari kejauhan. Ketika semakin mendekat, orang-orang akan merasakan suasana yang sangat teduh dan sejuk.
Namun sayangnya, pohon trembesi kadang memiliki dahan yang cukup ringkih. Alhasil ketika hujan atau angin kencang tiba, dahan pohon sering patah dan jatuh.
“Memang sifat dahan trembesi tidak sekuat pohon beringin atau pohon-pohon lainnya,” terang Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri Rony Yusianto kepada wartawan koran ini.
Selain trembesi, Taman Hutan Joyoboyo juga terkenal dengan pohon beringinnya. Lokasinya berada di sisi selatan. Dekat dengan pintu masuk bagian samping.
Rony menyebut, pohon beringin di Taman Hutan Joyoboyo usianya diperkirakan sudah ratusan tahun. Bahkan telah ada sebelum taman hutan itu dibangun. Lalu, yang terakhir adalah pohon flamboyan. Meski tak setua pohon trembesi dan beringin. Pohon flamboyan juga menjadi salah satu pohon tertua di Taman Hutan Joyoboyo. Sayangnya, jumlahnya yang sedikit membuat pohon tersebut jarang ditemui oleh pengunjung. “Untuk mayoritas lokasi sudah dipenuhi dengan trembesi. Jadi kalau mau menanam tumbuhan yang bisa besar ya susah,” tutupnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah