Melisa Mudawatul Khusna, Kota, JP Radar Kediri
Berbeda dari beberapa foto dengan baju resmi yang banyak beredar di media sosial, sosok Ade’ Ilham Saputra yang ditemui Jawa Pos Radar Kediri kemarin, sama sekali berbeda. Ditemui di rumahnya, Kelurahan Tinalan, Kecamatan Pesantren, sekitar pukul 13.00 kemarin, mahasiswa semester I, Universitas Islam Kadiri (Uniska) itu tengah bersantai.
Memakai kaus oblong warna abu-abu dipadu celana panjang warna hitam, sosok Ade’ benar-benar bikin pangling. “Ini lagi santai. Kebetulan juga libur semester,” kata pemuda yang rencananya akan mengisi waktu bermain badminton itu.
Libur semester memang jadi waktu yang istimewa bagi pemuda berusia 19 tahun itu. Setidaknya, dia bisa memiliki banyak waktu luang untuk berada di rumah. Hal tersebut tidak mungkin bisa dilakoni di hari-hari aktif.
Mahasiswa jurusan akuntansi ini tidak hanya disibukkan dengan kegiatan perkuliahan. Melainkan, dia harus membagi waktu untuk beberapa jadwal di luar kampus. Yaitu, menjadi Master of Ceremony (MC) acara, hingga kegiatan terkait Panji-Galuh.
Ya, awal 2022 lalu Ade’ memang terpilih sebagai finalis Panji 2022. Praktis dia harus mengikuti banyak rangkaian kegiatan duta pariwisata itu. Kesibukannya bertambah lagi setelah terpilih menjadi Duta Lalu Lintas Polres Kediri Kota awal November 2022 lalu. “Saya tidak pernah menyangka bisa terpilih,” kenangnya.
Menyandang gelar duta baru, pemuda yang juga karateka itu langsung memiliki setumpuk pekerjaan rumah (PR). Praktis Ade’ hanya punya waktu selama seminggu untuk menyiapkan diri untuk melaju ke tahap yang lebih tinggi. Yakni, melakoni pemilihan serupa tingkat Polda Jatim. Berbagai jalan ninja pun dicari.
Mulai berselancar informasi di internet, membaca beberapa buku literatur tentang lalu lintas, hingga menanyakan ke peserta lain tentang persiapan mereka sebelum berlaga di ajang Duta Lalu Lintas Polda Jatim atau tingkat Jawa Timur.
Usaha kerasnya membuahkan hasil. Dari total 79 peserta, dia mampu meraih juara harapan II kategori disiplin. Selain tes tulis dan tes wawancara, kepiawaiannya memeragakan sejumlah jurus karate jadi nilai plusnya.
Tentu saja bukan hanya kemampuan karate yang membuat Ade’ unggul. Jauh sebelum lomba, pemuda yang terbiasa ngomong cas-cis-cus di depan banyak orang itu harus mengasah lagi kemampuan public speaking-nya. Tidak hanya itu, dia juga melahap sejumlah pengetahuan umum baru agar bisa menjawab semua pertanyaan juri.
Rupanya, berbagai persiapan itu kini berbuah manis. Setelah membawa pulang gelar juara harapan II Duta Lalu Lintas Polda Jatim, kesibukannya kini bertambah. Dia juga harus mengikuti berbagai kegiatan terkait event tingkat regional itu.
Apa obsesinya setelah menyandang gelar dua duta? Ade’ mengaku tidak memiliki cita-cita yang muluk-muluk. Pemuda yang sempat bercita-cita sebagai masinis itu ingin fokus belajar untuk menuntaskan kuliahnya dan menjadi sarjana ekonomi.
Ade’ meyakini, pengalamannya sebagai beberapa duta itu akan sangat bermanfaat ke depannya. Karenanya, jika saat ini bungsu dari tiga bersaudara itu kekurangan waktu beristirahat, dia tidak menyesal. “Kesempatan tidak datang dua kali, tidak apa-apa sekarang capek asal bisa bermanfaat untuk banyak orang,” papar Ade’ mengibaratkan kesibukannya tak ubahnya menabung pengalaman.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah