Makanan yang disajikan juga memiliki filosofi yang menarik sehingga mereka meyakini makanan tersebut harus disajikan saat perayaan tahun baru Imlek. Ada beberapa sajian khas imlek beserta maknanya yang wajib disajikan saat perayaan tahun baru tersebut.
“Biasanya ada sepuluh hidangan, namun ini menu sajian sederhananya,” terang Yuyun Masita Yuwono, Owner Rumah Makan Mirasa Dua. Kepada wartawan Jawa Pos Radar Kediri, Yuyun menjelaskan bahwa sajian sederhana untuk imlek terdapat delapan hidangan. Mulai dari ikan, sayuran, hingga buah.
Dalam sajian kali ini, ikan yang digunakan adalah gurami. Ikan yang hidup di air tawar disajikan dengan cara berbeda. Jika biasanya ikan dimasak dengan cara di tim menggunakan rempah –rempah kas.
Kali ini ikan tersebut dimasak dengan bumbu saus manis. Pada menu gurami saus manis ini perpaduan antara pedas manis dari saus, dan gurihnya ikan yang terlebih dahulu digoreng. “Pada kepercayaan tionghoa, ikan bisa memberi rezeki dan keberuntungan terus menerus,” imbuhnya.
Menu kedua ini adalah ayam goreng ngohiong. Ayam satu ini dimasak dengan bumbu rempah ngohiong. Dimana rempah lima rempah-rempah, meliput lima rasa manis, asam, pahit, pedas dan asin. Bumbu ini sangat populer pada masakan Tionghoa.
Jika ikan diharapkan bisa mendapatkan rezeki. Untuk Ayam ini diharapkan keluarga yang memakannya akan selalu utuh, dan bahagia selalu. Kemudian ada juga bakso ikan yang dimasak dengan kuah dan goreng. “Dengan adanya makaan berbentuk bulat ini diharapkan keluarga tersebut selalu utuh,” kata Yuyun.
Dari setiap makanan, pasti ada hidangan yang terbuat dari sayur. Olahan sayur kali ini adalah capcay. Menu satu ini memiliki sayuran yang berwarna warni. Dengan makanan memiliki rasa gurih tersebut, keluarga yang memakannya juga penuh warna.
Kemudian ada mie goreng memiliki peranan penting di setiap acara adat Tiongkok. Bukan hanya di acara ulang tahun saja mie goreng juga hidangan wajib yang hadir saat Imlek. Mie ini punya arti khusus bagi masyarakat Tionghoa yaitu simbol dari umur panjang, kebahagiaan, dan rezeki yang berlimpah. Makanya sajian mie selalu hadir di perayaan-perayaan besar.
“Kue keranjang ini punya peranan penting di Hari Raya Imlek,” terang Yuyun.
Kue keranjang atau nian gao ini memiliki arti tahun yang lebih sejahtera. Makanya kue keranjang selalu ada saat sembahyang dan jamuan makan saat Imlek. Biasanya kue keranjang akan disusun di atas kue mangkok warna merah. Harapannya adalah setiap orang bisa memiliki kehidupan yang manis dan menanjak.
Dan tidak lupa buah jeruk. Buah Jeruk ini juga melambangkan rezeki yang berlimpah ruah. Biasanya jeruk yang disajikan di saat Imlek ini masih memiliki tangkai dan daunnya. Jeruk utuh ini melambangkan kemakmuran dan kesejahteraan yang akan selalu tumbuh.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah