Seperti mainan lato-lato yang sedang banyak dimainkan anak-anak. Kemahiran anak-anak tersebut bermain lato-lato menimbulkan rasa penasaran dan mencobanya.
Kepada Jawa Pos Radar Kediri, Vivi menjelaskan bahwa orang dewasa memainkan mainan anak kecil sebenarnya banyak sekali faktornya. Salah satunya masih adanya jiwa bermain. Meski sebenarnya jiwa bermain ini ada pada segala usia, terutama orang dewasa. “Jadi bukan karena masa kecil yang kurang bahagia, namun karena masih adanya jiwa ingin bermain,” imbuhnya.
Bermain juga bisa menjadi sarana mengekspresikan emosi karena seseorang melakukan kegiatan yang dapat membuatnya tertawa girang hingga berteriak penuh semangat.
Bagi anak, bermain adalah salah satu cara mengembangkan kemampuan sosial. Sementara bagi orang dewasa, bermain bisa jadi sarana mengeratkan hubungan dengan orang lain. Terutama saat permainan tersebut dilakukan dengan orang lain.
Seperti saat orang dewasa bermain mainan anak-anak karena sedang menemani anaknya bermain. Jika secara psikis, hal tersebut adalah salah satu cara orang tua melakukan bonding atau ikatan atau pendekatan terhadap anak. Melalui permainan, utamanya permainan yang bisa dilakukan sendirian seperti puzzle, seseorang bisa punya waktu berkualitas sendirian. Selain itu, bermain bisa membuat mengenal lebih dalam tentang diri sendiri.
Selain itu, orang dewasa yang memainkan mainan karena untuk rasa kepuasan. Di mana kebanyakan mereka merasa saat masih anak-anak belum dapat membelinya. Namun saat dewasa karena sudah bekerja, dan bisa memiliki uang sendiri akhirnya membeli mainan yang belum terbeli tersebut.
Jika dari segi psikologi, hal tersebut juga bukan sebuah gangguan. Namun melainkan sebuah kepuasan. Dimana perasaan itu akan muncul saat dapat membeli mainan dengan uang dari hasil jerih payahnya. “Sehingga orang dewasa membeli mainan hingga mengoleksinya mainan itu tidak ada masalah,” kata Vivi.
Seperti orang dewasa yang membeli lego, atau miniatur mobil yang dibeli untuk koleksi. Meski terlihat sepele, karena membeli mainan adalah sebuah hobi. Hal tersebut dapat menurunkan kadar stres seseorang. Di mana dengan melakukan hobi yang disukai, membuat orang tersebut merasa bahagia dan kepuasan.
Hal positif lainnya, dengan bermain ternyata dapat membuat orang dewasa yang sibuk bekerja lebih mampu berinovasi. Dengan jam bermain yang cukup, bisa meningkatkan kesejahteraan diri, dan kualitas dari hasil pekerjaan. Selain itu, dengan meluangkan waktu untuk bermain, akan dapat mengisi ulang energi dan menjadi cara terbaik untuk meningkatan kinerja.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join Telegram Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah