“Gejala orang terkena TBC, biasanya terlihat dari batuk hingga berat badan turun,” terang Dokter Ortopedi RSUD Simpang Lima Gumul (SLG) Cristopher. Untuk membuktikannya perlu dilakukan foto rontgen dan mengecek dahak. Jika sudah dinyatakan positif TBC, perlu segera dilakukan pengobatan.
Kepada Jawa Pos Radar Kediri, laki-laki yang biasa dipanggil Dokter Cas ini menjelaskan, TBC adalah penyakit yang menyerang paru-paru. Di mana kuman yang masuk ke paru-paru merusak paru-paru. Sehingga perlu pengobatan. “Penyakit TBC ini dapat diobati,” ujarnya.
Hanya saja, menurut Cas, selama ini penderita penyakit yang menyerang paru-paru ini tidak berobat. Dimana karena tidak ketahuan atau karena kekurangan gizi. Sehingga meski mendapatkan pengobatan, kumannya akan bertahan.
“Jika kuman yang di paru ini bertahan, itu bisa jalan-jalan ke bagian lainnya,” ungkapnya. Salah satunya adalah tulang, yang menyebabkan adanya TBC tulang. Bagian tulang yang rawan terkena TBC ini mulai dari lutut, pinggul, dan tulang belakang.
Menurut Cas, faktor seseorang dapat terkena TBC. Salah satunya dikarenakan paparan TBC di sekitarnya banyak. Seperti seseorang yang memiliki daya tahan tubuh bagus, sudah suntik vaksin dan tidak terkena HIV/AIDS. Dengan kondisi orang sekitarnya terkena TBC, sehingga kuman TBC yang masuk ke dalam tubuh juga banyak. Hal tersebut membuat seseorang terkena TBC.
Hanya saja, untuk mengetahui bahwa kuman dari paru-paru menyerang anggota tubuh lainnya, setelah munculnya keluhan. Salah satunya timbulnya rasa nyeri pada tulang yang terkena. Rasa nyeri tersebut sampai membuat orang tersebut merasa tidak nyaman.
Pada kasus TBC pada tulang, bagian yang terkena ini adalah lutut, pinggul, dan punggung. Gejalanya adalah timbulnya rasa nyeri. Namun terkadang saat munculnya gejala tersebut, kebanyakan orang mengabaikannya. “Menganggap rasa nyeri yang muncul ini karena kecapekan,” kata Cas. Editor : Anwar Bahar Basalamah