Anda sering melihat anabul kesayangan menggaruk bagian tubuhnya. Hal tersebut bisa jadi salah satu tanda yang perlu diwaspadai. Karena itu tanda anabul tersebut sedang mengalami infeksi parasit. “Parasit ini dapat dalam bentuk kutu,” terang dokter hewan (drh) Pujiono, pengelola Klinik Hewan Asa Kediri.
Dia menjelaskan, kutu ini bisa dalam bentuk parasit eksternal dan ada endoparasit. Jika parasit eksternal berupa kutu, pinjal, atau bisa disebut dengan skabies. “Kutu ini menyerang tiga posisi, di dalam kulit, luar kulit namun menggigit, dan ujung bulu,” ujarnya.
Sedangkan kutu yang hidupnya pada kulit sering menyebabkan kucing mengalami anemia. Kutu tersebut disebut dengan pinjal atau flea. Hampir semua kucing yang dibiarkan hidup di luar rumah biasanya ditemukan pinjal di bulu rambutnya. “Pinjal hidup dan bertelur di permukaan tubuh kucing, serta mengisap darah hewan tersebut,” jelas Pujiono.
Selain itu, juga membuat daya tahan tubuhnya menurun drastis. Hal tersebut dikarenakan kutu berjumlah sangat banyak. “Kutu tersebut yang mengisap darah dari luar,” imbuhnya.
Untuk mengetahui kucing tersebut terkena pinjal, Pujiono mengatakan, biasanya kucing terlihat menggaruk-garuk karena gatal. Namun, kecuali kucing memiliki alergi terhadap gigitan pinjal, beberapa kucing sering kali tidak menunjukkan gejala yang mencolok ketika ada pinjal dalam tubuhnya. Selain itu, pinjal dapat bergerak dengan sangat cepat, sehingga sulit untuk dilihat.
“Kemudian ada kutu atau lice yang menempel pada inang,” kata laki-laki yang merupakan Kasi Kesehatan Masyarakat Veterine, Pengolahan dan Pemasaran DKPP Kota Kediri ini.
Hanya saja kutu satu ini tidak seperti pinjal. Karena kutu menempel pada inang, sehingga kutu yang ditemukan pada kucing tidak akan menyerang manusia atau hewan lainnya. “Kucing yang memiliki kutu juga dapat terasa gatal, rambutnya bisa rontok akibat sering digaruk, atau memiliki bercak berkerak di kulit,” papar Pujiono. Editor : Anwar Bahar Basalamah