“Pakaian ini konsepnya air terjun Irenggolo yang merupakan salah satu ikon wisata di Kabupaten Kediri,” terang Esti Ayu Wulandari, salah satu peserta Lomba Batik Desain Khas Kabupaten Kediri.
Konsep air terjun Irenggolo ini terlihat pada detail pakaian pesta untuk anak muda tersebut. Di mana pakaian tersebut menggunakan kombinasi kain batik dan kain organza.
Esti menjelaskan bahwa pakain pesta tersebut menggunakan batik dengan motif Dahanapura yang dikombinasikan dengan motif daun dan bebatuan. Motif ini merupakan penggambaran sekitar wisata air terjun yang berada di Besuki, Kecamatan Mojo.
Kain itu digunakan sebagai bahan atasan dan bawahan. Untuk bagian atasan ini dibentuk model crop. Yang bagian tengahnya ini dibentuk seperti tangga yang berada di air terjun Irenggolo.
“Agar menyerupai air terjun, atasnya ini dikombinasi dengan kemeja dari organza,” imbuhnya.
Kain organza yang berwarna biru ini merupakan gambaran dari air terjun. Agar terlihat mewah, bagian lengan berbentuk lonceng yang menjuntai. Kemudian, untuk roknya menggunakan model rok a. Di mana rok ini bentuknya mirip huruf a.
“Untuk pakaian ini merupakan representasi dari wanita zaman sekarang,” terang Adi Wahyono, peserta lainya.
Meski menggambarkan tentang wanita zaman sekarang, modelnya tidak terbuka. Namun tetap terlihat anggun. Dengan model tersebut selain menjaga aurat juga menjaga bentuk tubuh.
Adi Wahyono sendiri menyebut karyanya sebagai Elegan dan Bersahaja dalam Spirit Dahanapura, di mana tampilan busana sekilas sederhana tapi tetap elegan dan bernuansa Dahanapura. "Busana wanita yang anggun tapi tetap elegan dan berwibawa tidak berlebihan,” terangnya.
Pada pakaian pesta yang digunakan anak muda ini, menggunakan motif gringsing, Dahanapura dan Garuda Mukha. Di mana Garuda Mukha yang merupakan kendaraan Dewa Wisnu ini pernah menjadi logo atau lencana Kerajaan Kediri, termasuk pada masa kepemimpinan Sri Aji Jayabaya. Editor : Anwar Bahar Basalamah