Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Awalnya Banyak Di-bully, Akhirnya Tuai Simpati

Anwar Bahar Basalamah • Senin, 17 Oktober 2022 | 17:45 WIB
PEDULI  : Anggota PKDK menggelar kegiatan perawatan kucing liar di salah satu pasar tahun lalu. (PKDK for Jawa Pos Radar Kediri)
PEDULI : Anggota PKDK menggelar kegiatan perawatan kucing liar di salah satu pasar tahun lalu. (PKDK for Jawa Pos Radar Kediri)
Berawal dari mensterilkan kucing terbentuklah kelompok ini. Memberi makan, juga mengecek kesehatan para pussy. Sayang, saat ini keberadaannya seperti mati suri.

Sembilan tahun sudah kelompok ini, Peduli Kucing Domestik, berdiri. Dulu, mereka hanya bertiga. Kini sudah menembus angka 13 ribu. Termasuk yang bergabung di grup private Facebook komunitas ini.

“Grup (private Facebook) ini dulu dibuat pada tahun 2013,” terang Rizki Amelia Sari. Wanita 31 tahun ini salah satu pendiri PKDK. Pendiri lainnya adalah Ervie Ana.

Agar bisa masuk ke grup, ada beberapa peraturan yang harus ditaati. Paling utama adalah tak boleh memposting jual beli hingga berbau perjodohan kucing. Praktis yang ada di postingan grup hanya penemuan kucing liar hingga open adposi gratis.

Tapi, jauh sebelum ada grup FB itu, ada kisah menarik tentang terbentuknya PKDK. Kala itu, Lia-sapaan wanita ini-membuat janji dengan Ervie. Keduanya rutin memberi makan untuk kucing-kucing yang berkeliaran di pasar-pasar.

Ketika berinteraksi dengan kucing-kucing itu, Lia melihat perkembangan kucing liar tersebut sangat pesat. Karena itu, keduanya mencoba mencari tahu apakah mungkin dilakukan sterilisasi.

“Ternyata, ada sterilisasi yang bisa bekerja sama dengan dinas. Tapi, harus kolektif,” kenang Lia.

Nah, karena butuh anggota lagi, akhirnya muncullah ide membuat grup FB. Namanya, PDKP itu. Tujuan utamanya adalah mendapatkan anggota baru yang butuh mensterilkan kucngnya.

Langkah awal, grup ini kemudian melakukan pertemuan. Di pertemuan ini mereka tak sekadar sharing tapi juga melakukan kegiatan memberi makan kucing-kucing di pasar.

“Dari pertemuan itulah diputuskan bahwa kegiatan memberi makan kucing di pasar akan menjadi kegiatan rutin,” terangnya.

Pada perkembangannya, grup ini juga melangkah lebih jauh. Tak sekadar makan tapi juga memeriksa kesehatan kucing. Bila ditemukan yang sakit akan segera dibawa ke dokter.

Awalnya, kelompok ini sering mendapat ceomoohan. “Dianggap kurang kerjaanlah, tidak bergunalah, tapi tapi tak pernah berkecil hati,” tandas Lia.

Alih-alih surut beraktivitas karena cemoohan, mereka justru kian intensif. Foto-foto kegiatan memberi makan di-share ke Facebook. Ternyata hal itu justru menarik bagi banyak orang. Mereka juga ingin melakukan hal yang sama.

Meskipun punya ribuan anggota, mereka yang turun ke jalanan hanya belasan orang saja. Lainnya, membantu donasi dalam rupa uang maupun makanan kucing.

Salah satu yang selalu terjun langsung adalah Lia. Hal ini yang membuatnya sangat paham dengan kondisi binatang berkaki empat ini di pasar-pasar. Seringkali dia mendapati kucing yang kondisinya mengenaskan.

“Ada yang badannya cacat karena tertabrak (kendaraa). Ada juga yang bekas kena pukul,” terang perempuan asal Kelurahan Bandarlor, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri ini.

Melihat kondisi kucing yang seperti itu, anggota grup selalu memberikan pemahaman kepada para pedagang atau orang yang berada di pasar. Berharap agar mereka tak melakukan kekerasan pada hewan. Sebab, sikap itu melanggar hukum. Pelakunya pun bisa dikenai denda uang hingga hukuman kurungan.

Lama-lama, setelah melihat ketelatenan para relawan peduli kucing itu, para pedagang di pasar luluh hati. Mereka yang semula banyak acuh, akhirnya menunjukkan simpati. Ketika anggota grup datang, para pedagang ini segera memberitahu lokasi kucing-kucing liar.

Aksi para relawan peduli kucing ini tak hanya berkutat di pasar-pasar saja. Di lokasi yang butuh penanganan, mereka juga hadir. Contohnya ketika Gunung Kelud mengalami erupsi. Anggota gup juga meminta kucing menjalani evakuasi. Bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri, mereka melakukan evakuasi beberapa kucing di sekitar area terkena dampak erupsi.

Sayang, kisah-kisah kebersamaan itu mulai jarang tejadi saat ini. Grup ini seperti mati suri seiring kesibukan setiap anggotanya. Toh, para aggota grup tetal melakukannya, meski sendiri-sendiri. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#seputar kediri raya #radar kediri #kabupaten kediri #berita terkini #seputar kediri #hewan #kediri #harmoni kediri #info kediri raya #peduli kucing #info kediri #peduli kucing domestik #kediri raya #kucing #info terkini #kucing liar #berita kediri hari ini #berita kediri #update kediri #dkpp kabupaten kediri