Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Dari Hobi, Rubianto Sukses Kembangkan Jasa Pacak Kucing

Anwar Bahar Basalamah • Rabu, 5 Oktober 2022 | 17:20 WIB
PECINTA BINATANG: Rubianto menunjukkan salah satu peliharaan yang siap dikawinkan dengan kucing yang datang ke rumahnya.  (Foto: Ilmidza Amalia Nadzira)
PECINTA BINATANG: Rubianto menunjukkan salah satu peliharaan yang siap dikawinkan dengan kucing yang datang ke rumahnya. (Foto: Ilmidza Amalia Nadzira)
Niat memelihara kucing untuk mengusir tikus, Rubianto justru berhasil mendulang cuan dari hewan berbulu indah tersebut. Ini setelah pria asal Kelurahan Ketami, Pesantren itu membuka jasa pacak atau perkawinan kucing.

Riuh rendah suara kucing terdengar dari arah ruang tamu rumah Rubianto di Kelurahan Ketami, Pesantren. Saat Jawa Pos Radar Kediri masuk ke rumah bercat putih itu, ternyata memang ada puluhan kucing yang menempati kandang berukuran 2,5 meter dengan lebar 80 sentimeter, dan tinggi 160 sentimeter itu.

Kucing-kucing yang ada di belasan kandang di sana ternyata bukan milik Rubianto. Melainkan, kucing yang sengaja dititipkan kepada pria yang akrab disapa John itu untuk dikawinkan alias dipacaki. “Yang pure kucing saya hanya enam ekor,” aku Rubianto.

Usaha pacak kucing sudah ditekuni selama empat tahun. Dia membuka jasa ‘nyeleneh’ itu sejak 2018 lalu. Dua tahun menjalankan usaha baru, ternyata pandemi Covid-19 mulai terjadi.

Pria yang juga menjadi sopir di perusahaan rokok di Kediri itu bersyukur karena wabah korona justru membuat bisnisnya meroket. “Saat korona, tren memelihara kucing kembali booming, jadi usaha pacak kucing ini tetap ramai,” lanjutnya bersyukur.

Promosi yang dilakukannya lewat Facebook juga membuat pria berusia 43 tahun itu bisa menjangkau berbagai daerah di Indonesia. Letak rumahnya yang berada di dalam gang di Kelurahan Ketami juga tak membuat pelanggan bingung. Sebab, dia sudah memasang tanda lokasi di Google Maps. Sehingga, orang-orang yang mencarinya tinggal mengikuti petunjuk saja.

Bagaimana dia bisa menekuni usaha yang tergolong langka itu? Rubianto lantas mengisahkan ihwal ‘keakrabannya’ dengan kucing. Semuanya bermula dari kekalutan sang istri akan banyaknya tikus yang masuk ke rumah.

Sebagai solusi, dia lantas memutuskan mengadopsi seekor kucing kampung liar dari Tangerang pada awal 2018 silam. “Melihat tingkah lucu kucing itu membuat saya tertarik untuk memeliharanya seperti jenis Ras Persia,” kenang pria yang memang pecinta hewan karnivora itu sejak kecil.

Belakangan, jumlah kucing yang diadopsi bertambah. Dia kembali mengadopsi seekor kucing ras Persian Peaknose yang belakangan diliarkan. Memiliki beberapa ekor kucing, kepiawaian John dalam memelihara kucing semakin terasah. Termasuk kemampuannya untuk mengawinkan kucing.

“Teman-teman kemudian menyarankan saya untuk membuka jasa pacak kucing,” paparnya. Saran yang awalnya hanya dianggap guyon itu belakangan benar-benar ditekuni. Dan, bisnis yang tidak dilirik banyak orang itu ternyata memang mendatangkan banyak cuan bagi dirinya.

Dalam sebulan, dia bisa mengawinkan 50-80 ekor kucing. Jasa pacak kucing tiap ekor dibanderol Rp 200 ribu hingga Rp 250 ribu. “Ya kira-kira omsetnya bisa mencapai Rp 6 juta hingga Rp 8 juta,” urainya sambil tersenyum.

Pemakai jasanya bukan hanya orang Kediri. Melainkan, banyak juga yang berasal dari luar kota. Mulai dari Surabaya, Tuban, Blitar, Jombang, dan Trenggalek. Tak hanya jenis Persian Peaknose, John juga memiliki beberapa kucing pejantan seperti Ras Scottish Fold, British Short Hair, hingga BSH Munchkin atau kucing cebol.

Untuk bisa mengawinkan kucing, setidaknya butuh waktu tiga hari. Seperti halnya manusia, kucing harus beradaptasi, saling kenal sebelum birahi kucing bisa muncul.

Dalam usaha pacak kucing, John harus teliti dan mengetahui waktu kucing berahi. Sebab, saat itulah proses kimpuy atau kawin kucing bisa optimal. “Kucing harus kawin sebanyak 10 kali agar bisa berhasil,” paparnya. Proses kawin itu selalu direkamnya. Selanjutnya dikirim ke customer sebagai bukti.

Bagaimana jika setelah 10 kali kawin ternyata kucing yang dipacaki tidak juga hamil? Rupanya John sudah membuat perjanjian di awal. Atlet voli pada 1993-2011 silam itu bersedia mengembalikan uang yang diterima jika kucingnya gagal hamil.

Saking banyaknya kucing yang dalam proses perkawinan, bapak empat anak itu tidak bisa menangani bisnisnya sendiri. Dia dibantu oleh istri dan anak-anaknya dalam merawat hewan-hewan lucu itu. Mulai memberi makan 2 kali sehari, hingga memberi minum atau membersihkan kandang.

Saking banyaknya kucing yang dirawat, untuk pakan saja dia menghabiskan dua karung tiap minggunya. Sedangkan pasir justru lebih banyak lagi. Yakni, mencapai 16 karung dalam seminggu. Biaya mahal yang dikeluarkan memang sebanding dengan hasil yang didapatkannya.

Seperti usaha lainnya, di balik uang yang didapat juga ada risiko yang harus ditanggung. Saat malam hari dia dan keluarganya harus betah mendengar suara berisik dari kucing yang kompak mengeong.

“Kucing yang berahi itu kan sering mengeong. Ya sedikit berisik kalau malam hari,” urainya sembari menyebut dia dan keluarganya sudah terbiasa dengan kondisi tersebut. Apalagi jika mengingat uang hasil pacak kucing bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari mereka. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#berita terkini #seputar kediri #kediri #kabar kediri terkini #info terbaru kediri #info kediri #pecinta kucinmg #viral kediri #berita terbaru #berita kediri terbaru #berita kediri terkini #kucing #kediri lagi #pesantren kediri #berita viral kediri #kabar kediri #kediri news #pesantren