Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Mengenang Masa-Masa Penuh Prestasi Olahraga Basket di Kota Tahu

Anwar Bahar Basalamah • Jumat, 9 September 2022 | 20:54 WIB
JEJAK PRESTASI: Gandung Satriono di depan lemari piala kejuaraan basket.  (Foto: Iqbal Syahroni)
JEJAK PRESTASI: Gandung Satriono di depan lemari piala kejuaraan basket. (Foto: Iqbal Syahroni)
Dulu, puluhan tahun lalu, bila mendengar nama Halim, publik basket tanah air pasti berdecak.  Klub basket yang ditopang pabrik rokok terbesar ini adalah kekuatan utama cabang olahraga ini. Sayang, kini gaung basket di Kediri semakin melemah.

Namanya Andy Djunaidi. Seorang pengusaha, pemilik toko Indo Bangunan. Namun, masa mudanya lekat dengan dunia basket. Atau, lebih spesifik, lekat dengan klub basket Halim.

Warga Kelurahan Balowerti, Kecamatan Kota ini adalah satu dari sekian banyak atlet yang merasakan gemblengan legenda-legenda Halim. Sebagian di antaranya adalah tulang punggung timnas basket di eranya.

“Yang menyuapi makan di court Halim itu ya atle-atlet hebat. Seperti Pek King Sing, itu yang paling sering,” kenang pria yang berlatih di klub ini selama 20 tahun lebih.

Andy bergabung dengan Halim sejak usia 11 tahun. Saat itu persaingan bergitu ketat. Hanya pemain yang terpilihlah yang bisa bermain di tim utama.

Andy mengenang, ketika bergabung pada 1992, ada satu pemain basket Halim yang sudah tampil di pentas dunia. Yaitu Rendy Yuwono, yang saat itu sudah menjadi bagian dari timnas basket. Nama Rendy juga tak bisa lepas dari Halim. Setelah pensiun sebagai pemain dia merupakan pelatih utama klub yang bermarkas di Kelurahan Pakelan ini.

Bagi Andy, basket adalah hidupnya. Memang, dia sempat keluar dari klub karena ingin fokus ke pendidikan. Ternyata, dia tak bisa berpaling dari olahraga yang digeluti sejak kecil itu. Ia pun kembali berlatih.

Kecintaannya pada basket ditunjukkan dengan mendirikan klub sendiri. Kini, meskipun waktunya sebagian besar tersita mengurusi bisnis, Andy menyempatkan diri melatih bibit-bibit basket di klubnya. Beberapa anak asuhnya bahkan banyak yang menelurkan prestasi.

Kemampuan basket Andy jelas tak bisa dipisahkan dari keberadaan Halim. Klub itu yang menempanya hingga memiliki kedisiplinan tingga, semangat bekerja keras, dan merasakan atmosfir kekeluargaan.

Gandung Satriyono, ketua Persatuan Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kota Kediri juga saksi hidup perjalanan prestasi basket Kediri. Kaprodi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Kadiri (Unik) menjadi bagian tim basket kampusnya yang berjaya di liga basket mahasiswa (Libama). Sebab, tim Libama universitas yang berada di area Gunung Klotok ini diisi oleh para pemain Halim.

“Dulu, mahasiswa Unik yang tampil di Libama semuanya dari Halim. Karena mereka dapat beasiswa dari klub,” terang Gandung, sembari menunjukkan koleksi piala yang diperoleh dari basket.

Gandung menyebut, atlet basket didikan Halim Kediri mayoritas bisa merengkuh sukses. Entah di bidang basket atau meneruskan kehidupan pasca-kuliah. "Murid saya dulu yang juara Libama tahun 2000-an sekarang jadi pelatih. Atau ada beberapa yang menjadi wirausaha, juga kerja kantoran. Ada juga yang sukses ketiga-tiganya, ya kerja, ya bisnis, ya juga masih melatih basket," terang Gandung. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#berita terkini #halim #seputar kediri #kediri #kabar kediri terkini #info terbaru kediri #info kediri #viral kediri #berita terbaru #berita kediri terbaru #berita kediri terkini #tim basket kediri #basket kediri #kediri lagi #halim basket #berita viral kediri #olahraga kediri #kabar kediri #kediri news