Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Warisi Metode Mengajar, Santri Syekh Ihsan Banyak Dirikan Ponpes

adi nugroho • Selasa, 17 Mei 2022 | 21:07 WIB
warisi-metode-mengajar-santri-syekh-ihsan-banyak-dirikan-ponpes
warisi-metode-mengajar-santri-syekh-ihsan-banyak-dirikan-ponpes


Syekh Ihsan adalah teladan. Tak hanya bagi santri yang menuntut ilmu di Pondok Al Ihsan Jampes. Juga oleh tokoh agama lain, yang mengenalnya sebagai ulama cerdas dan pengarang banyak kitab penting.



Banyak hal yang membuat seseorang masuk kategori ulama besar. Tak hanya dari segi ilmu, juga berbagai aspek lain. Dan, berbagai aspek itu dimiliki oleh Syekh Ihsan Muhammad Dahlan.


Sosok kiai terkenal ini, adalah orang yang cerdas, alim, dan seorang sufi. Dia juga memiliki kemampuan mengarang kitab. Kitab itu menjadi acuan bagi para ulama dalam mempelajari ilmu agama.


Berbagai kelebihan itu diakui oleh para ulama besar tanah air. Salah satunya dari KH Hasyim Asy’ari, pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang. Saat membuat pengantar Siraj Al Thalibin, dia menulis bahwa Syekh Ihsan adalah seorang alim alamah. Yang memiliki banyak kebaikan. Juga sangat memahami berbagai permasalah.


Selain itu, Syekh Ihsan juga dikenal sebagai seorang sastrawan. Yang tak hanya memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi. Sang kiai juga dipuji karena memiliki ketajaman berpikir.


“KH Mahrus Ali, pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, mengatakan bahwa Syekh Ihsan ini seorang ulama besar yang alim dan allamah. Serta seorang kiai yang luar biasa ilmunya,” tutur KH Busrol Karim A. Mugini, menyebut sosok ulama yang juga memuji kepandaian kakeknya itu.


Pengurus Ponpes Al Ihsan Jampes ini menambahkan, KH Mahrus menilai Syekh Ihsan adalah kiai yang berbeda dari kiai lain. Jika biasanya seorang kiai atau ulama besar dapat menjadi alim allamah karena melalui proses belajar yang memakan waktu lama, Syekh Ihsan justru sebaliknya.


“Syekh Ihsan ini tidak pernah belajar lama dan sama sekali tidak pernah memasuki pendidikan formal, seperti sekolah,” terangnya.


Sifat yang patut dicontoh lagi dari seorang Syekh Ihsan adalah sangat menghormati dan taat kepada orang tuanya. Konon, karena kepatuhannya inilah dia mendapat ilmu mukasyafah, yaitu kemampuan mengungkap hal-hal gaib.


Seperti yang diketahui, saat menjadi pengasuh Syekh Ihsan adalah seseorang yang tekun sibuk mendidik para santrinya. Hal ini sangat menyita waktunya. Namun, meski begitu anak kedua dari pasangan KH Dahlan dan Artimah ini masih sempat untuk menulis kitab yang bagus dan tebal dalam waktu yang singkat. Kitab yang dia tulis menggunakan bahasa asing dan arab.  Tidak hanya kitab Siraj, namun masih ada beberapa karya lainya.


Selain itu, Syekh Ihsan dikenal memiliki metode pengajaran yang bagus. Yang beberapa di antaranya tetap dipertahankan hingga kini di Pondok Jampes. Bahkan, metode ini membuat beberapa santrinya mampu mendirikan lembaga pendidikan sendiri. Di antaranya adalah Kiai Soim yang menjadi pengasuh Pesantren Roudotu Al Thalibin Tuban dan KH Anwar di PP Annur Malang.(fud/bersambung)

Editor : adi nugroho
#radar kediri #berita terkini #kediri #info kediri #info terkini #berita kediri