Kapolres Nganjuk AKBP Boy Jeckson Situmorang mempunyai cara untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Dia juga bisa mengetahui jika ada anggotanya yang nakal di lapangan. Karena Boy menggunakan nomor WhatsApp (WA) miliknya untuk memantau kondisi di lapangan. Warga Kota Angin bisa langsung melapor ke Boy melalui nomor WA milik Boy yang diberi nama ‘Wayahe Lapor Kapolres’.
“Tlitt...telittt...telitttt...”. Suara dering dari smartphone merek Samsung berbunyi. Dengan cekatan, Kapolres Boy Jeckson Situmorang mengangkat smartphone berwarna hitam tersebut. Boy kemudian berbicara dengan penelepon tersebut. Ternyata, penelepon adalah warga Kota Angin. Dia melaporkan tentang kondisi keamanan di lingkungannya.
Setelah selesai menerima laporan, smartphone tersebut diletakkan di meja ruang kerjanya. Belum ada lima menit. Smartphone itu kembali berdering. Boy kembali mengangkat smartphonenya. Lagi-lagi, ada warga yang melaporkan kondisi keamanan di lingkungannya.
Total dalam satu jam di ruang Kapolres Nganjuk, Boy sudah menerima 12 panggilan telepon. Semua laporan itu dicatat. Kemudian, dilaporkan ke kasat-kasat yang membidangi.
Selain laporan secara langsung lewat telepon, Boy juga menerima aduan lewat chat WhatsApp (WA). Untuk aduan lewat chat WA ini, kapolres asal Medan, Sumatera Utara ini langsung screen shoot aduannya. Kemudian, diteruskan ke kasat dan kapolsek yang menangani. “Semua laporan yang masuk itu harus ditangani,” ujar Boy.
Nomor WA Wayahe Lapor Kapolres ini sudah disosialisasikan ke masyarakat di 20 kecamatan. Spanduk, banner dan brosur disebar di mana-mana. Harapannya, jika masyarakat ada yang menjadi korban kejahatan atau mengetahui ada tindak kriminalitas, bisa segera lapor Polres Nganjuk. Sehingga, bisa segera tertangani. “Respons masyarakat melapor di WA Wayahe Lapor Kapolres luar biasa,” ujar kapolres yang menggantikan AKBP Jimmy Tana ini.
Penggunaan WA sebagai sarana untuk menerima laporan masyarakat ini dianggap efektif. Karena berdasarkan data yang hampir semua warga Kota Angin menggunakan aplikasi WA. Mereka juga sudah familiar dengan WA. Mulai chat hingga telepon. Karena itu, saat penggunaan WA Wayahe Lapor Kapolres dilaunching, masyarakat sudah tidak bingung. Mereka dengan leluasa melaporkan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat melalui WA tersebut.
Ini berbeda jika menggunakan aplikasi yang lain. Sebab, belum tentu masyarakat Kabupaten Nganjuk familiar. Sehingga, dikhawatirkan tidak efektif.
Untuk efektivitas WA Wayahe Lapor Kapolres, tidak perlu diragukan. Sejumlah pengungkapan kasus kejahatan di Kota Angin berasal dari laporan masyarakat melalui Wayahe Lapor Kapolres. “Peran serta masyarakat sangat besar atas keberhasilan polisi mengungkap kasus kejahatan,” ujarnya.
Karena itu, Wayahe Lapor Kapolres akan terus digunakan. Apalagi, saat ini menjelang Lebaran dan saat Hari Raya Idul Fitri nanti. Kemungkinan adanya tindak kejahatan atau kecelakaan akan meningkat. Untuk mencegah banyak korban, Wayahe Lapor Kapolres bisa digunakan. “Semoga Kabupaten Nganjuk tetap kondusif,” harapnya. (wib/tyo)
Editor : adi nugroho