Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Peziarah di Makam Dermojoyo Paling Ramai Hari Jumat

adi nugroho • Kamis, 14 April 2022 | 18:53 WIB
peziarah-di-makam-dermojoyo-paling-ramai-hari-jumat
peziarah-di-makam-dermojoyo-paling-ramai-hari-jumat


Kiai Dermojoyo gugur dalam pertempuran melawan Belanda. Meski sudah sekitar 115 tahun lalu tetapi nama Dermojoyo masih dikenang warga Kota Angin. Selain diabadikan sebagai nama jalan, masyarakat juga rajin berziarah ke makam Dermojoyo.


Makam Kiai Dermojoyo ada di tempat pemakaman umum di Dusun Bendungan, Desa Kedungrejo, Kecamatan Tanjunganom. Di makam tersebut, tertulis nama KY. Dharmojoyo. Tulisan tangan dengan cat warna hijau tersebut juga tertulis 1906 di bawah nama KY. Dharmojoyo. "KY. Dharmojoyo itu iya Kiai Dermojoyo," ujar Mbah Jasno, juru kunci makam Dermojoyo. 


Terkait tahun wafatnya Kiai Dermojoyo yang dalam penjelasan sejarah tertulis tahun 1907 tetapi di makam tertulis 1906, Mbah Jasmo tidak memahami. Karena sejak dia baru menjadi juru kunci pada 2017. Tulisan nama dan tahun sudah ada di makam yang dikijing tersebut. 


Perbedaan tulisan nama dan tahun kematian tidak menjadi persoalan bagi warga dan peziarah. Mereka tetap menganggap makam tersebut adalah makam Kiai Dermojoyo yang berani mengangkat senjata melawan Belanda di Tanjunganom. Kiai Dermojoyo merasa prihatin dengan kesengsaraan rakyat, khususnya warga Nganjuk. Karena penjajah Belanda telah bertindak sewenang-wenang.  


"Banyak peziarah yang datang ke sini untuk mendoakan Kiai Dermojoyo," ungkap juru kunci yang rumahnya sekitar 100 meter dari makam Kiai Dermojoyo. 


Yang menarik, peziarah di makam Kiai Dermojoyo ini ternyata memiliki hari favorit. Yaitu, hari Jumat. "Paling ramai itu Jumat Legi dan Jumat Pahing," juru kunci berusia 69 tahun ini. 


Peziarah itu tidak hanya warga Kota Angin. Namun, warga luar kota, seperti Kediri, Tulungagung dan Blitar juga berdatangan. 


Selain mendoakan Kiai Dermojoyo kata Mbah Jasmo, peziarah juga ingin meneladani perjuangan Kiai Dermojo. Peziarah juga  berdoa kepada Allah SWT di makam Kiai Dermojoyo. Mereka berharap apa yang diinginkan dikabulkan Tuhan Yang Maha Esa. Karena di makam Kiai Dermojoyo ini di dalam bangunan berukuran sekitar 4 meter x 6 meter maka peziarah bisa khusyuk berdoa. Mereka tidak kepanasan atau kehujanan.(tar/tyo)

Editor : adi nugroho
#berita terkini #info terkini #berita nganjuk #radar nganjuk #ziarah #info nganjuk #nganjuk