Menjadi komika di Kediri susah-susah senang. Susahnya, pasar penikmat stand up masih sedikit. Senangnya, karena mereka berproses membangun pasar itu sendiri.
Tawa pecah di sela-sela obrolan beberapa orang dengan dua komika Kediri, Jagi Fadhoil Sedono dan Armadito Josepdiattara Danu Putra. Jawaban-jawaban lucu dari dua orang itu yang jadi pemicunya. Seperti ketika Tara-panggilan Armadito Josepdiattara-tanpa sungkan ‘mengeksploitasi’ dirinya sendiri. Termasuk dua jari tangannya yang hilang akibat kecelakaan beberapa tahun silam.
Khusus hari itu, dua komika tersebut tak banyak mengungkapkan joke-joke menggelitik. Sebaliknya, keduanya justru terlihat serius mencorat-coret buku yang ada di hadapannya. Membuat konsep open mic yang akan mereka lakukan di acara Jawa Pos Radar Kediri Award (23/2) nanti.
“Sudah selesai materinya. Besok Rabu siap tampil,” ujar Jagi.
Dua orang ini adalah anggota Stand Up Indo Kediri. Jagi bahkan berstatus ketuanya. Mereka akan tampil dalam acara yang berlangsung di Hotel Grand Surya itu, mendampingi komika nasional Akbar dan beberapa komika Jatim.
Bagi Jagi dan Tara, tampil open mic untuk acara yang digelar korporasi bukan yang pertama. Tapi, open mic berdua menjadi sesuatu yang baru.
“Ya, baru pertama kali besok itu. Mengisi open mic berdua (hal) baru bagi saya dan Tara,” ucap lelaki 22 tahun ini.
Meskipun hal baru, Jagi mengaku sudah tak canggung. Pengalamannya dalam hal open mic atau melucu di depan publik sudah tak sedikit. Mulai acara pentas seni hingga yang formal.
Dalam beberapa tahun ini, nama Stand Up Indo Kediri kembali naik daun. Dibentuk sejak belasan tahun lalu, komunitas ini sempat vakum dua tahun. Yakni pada 2017. “Tidak ada regenerasi. Baik anggotanya maupun kepemimpinannya,” aku lelaki berkaca mata ini.
Selama vakum, anggota komunitas yang dibentuk pada 2011 ini tetap menjalin komunikasi. Namun, kegiatan rutin seperti kumpul dan open mic berhenti sementara. Titik baliknya baru pada 2019. Ketika ada komika nasional-Dzawin Nur-datang ke Kediri untuk syuting film.
“Mas Dzawin saat itu mengumpulkan sisa-sisa anggota. Ia minta dihidupkan lagi. Lalu kami bikin acara November 2019 dengan guest star Dzawin,” kenangnya.
Sejak saat itu semangat dan motivasi anggota kelompok bangkit. Jagi, yang ditunjuk sebagai ketua, langsung melakukan penguatan di sisi organinasi. Menjaga keberlangsungan komunitas Stand Up Indo Kediri.
Meningkatnya job mengiringi kebangkitan komunitas ini. Termasuk bila dibandingkan dengan sebelum vakum. Dulu, Jagi pernah menghitung, paling hanya ada satu dua job selama setahun. Setelah bangkit, undangan tampil justru bisa dua sampai tiga kali dalam sebulan!
“Di Kediri hitungannya sudah tinggi itu,” sebut Jagi yang dipertegas Tara.
Job open mic di acara Radar Kediri Awards besok juga yang ketiga bulan ini. Untuk acara besar seperti itu, semua anggota-30 orang-diberi kesempatan untuk meningkatkan kualitas serta menambah pengalaman. Namun, tetap dipilih yang paling siap serta budget dari pemesan.
Dia menegaskan, seluruh anggota Stand Up Indo Kediri disiapkan untuk mengisi job kapan saja. Meskipun nanti yang dipilih adalah komika yan g paling siap dan terbaik. Sebab, kesuksesan penampilan akan membawa nama baik komunitas.
Untuk menignkatkan kemampuan, para komika itu berlatih setiap Jumat malam. Mereka open mic di Pehcorner Café. Kafe yang ada di Desa Sukorejo, Kecamatan Ngasem.
Jagi dan Tarra berharap, Stand Up Indo Kediri juga bisa meningkat. Paling tidak menjadi salah satu entertainment tertinggi di Kediri.
“Jika dilihat kan kebanyakan di kafe-kafe di sini masih banyak musik dan akustik. Nah kami punya harapan jika suatu saat di kafe-kafe di Kediri menampilkan open mic. Lek ngarani, ngopi karo ben gak sepaneng (istilahnya, ngopi sekalian mengurangi stress, Red),” ujarnya tertawa.
Ditanya tentang job paling dekat, Jagi dan Tarra memang sedang menyiapkan sesuatu yang special. Ada open mic besar pada Maret nanti. Temanya “Mentas” yang bisa diartikan bahwa keduanya yang sudah tenggelam di dunia stand up comedy, dan merasakan ribuan kali ketidaklucuan, mentas dan menjadi lucu. Atau Mentas dalam artian mementas. Melakukan kegiatan seni dengan pentas. “Selain acara Radar Kediri besok Rabu, Maret ada show special saya dan Jagi, dan satu teman lagi,” ujar Tarra.(fud)
Editor : adi nugroho