Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

‘Menggali’ Candi Klotok, Mencari Jejak Sejarah Besar Kota Kediri (10)

adi nugroho • Senin, 2 Agustus 2021 | 21:43 WIB
menggali-candi-klotok-mencari-jejak-sejarah-besar-kota-kediri-10
menggali-candi-klotok-mencari-jejak-sejarah-besar-kota-kediri-10

Sebelum diekskavasi pada 2018 silam, struktur Candi Klotok sudah diketahui oleh warga setempat sejak lama. Mereka tidak berani melapor ke pemkot dengan alasan takut terbelit hukum.


 


Seperti diungkapkan oleh Sudiro, 46. Pria asal Kelurahan Pojok, Mojoroto itu mengaku tahu keberadaan struktur di Gunung Klotok sejak lama. Seperti halnya dirinya, warga lain juga tidak ada yang berani melaporkan temuan itu karena beberapa alasan.


          Selain menganggap struktur di  Gunung Klotok itu erat dengan hal mistis, mereka juga takut. “Warga tidak mau bermasalah dengan hukum,” ujar pria yang juga pemilik warung kopi di lereng Klotok ini.


          Jika awalnya banyak yang memilih diam, setelah struktur candi terlihat, banyak warga yang berkunjung ke sana pada malam hari. Bukan hanya warga Kediri, melainkan dari beberapa daerah lainnya.


Biasanya mereka datang pada malam hari dan bersemedi di sekitar candi. Seperti halnya warga setempat, masih banyak pengunjung yang percaya jika area sekitar candi kental dengan kekuatan mistis.


          Terpisah, Kasi Sejarah dan Kepurbakalaan Disbudparpora Kota Kediri Endah Setyowati menuturkan, pihaknya menerima laporan keberadaan struktur pada 2006 silam. “Saat itu kami menyebutnya masih situs,” kata Endah.


          Seingat Endah, disbudparpora mengajukan ekskavasi ke Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar masih menjabat wakil wali kota. Permintaan ekskavasi pada 2010  itu berjalan sangat lama. Sebab, BPCB masih melakukan penelitian di situs lainnya. Keterbatasan tenaga membuat BPCB belum bisa langsung merespons ekskavasi. 


Sementara itu, Kepala Unit Penyelamatan dan Pengamanan Cagar Budaya Nugroho Harjo Lukito menyebutkan, penelitian keberadaan struktur bangunan bata di Gunung Klotok ini sudah berlangsung sejak 1994. Saat itu, BPCB bernama Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Trowulan. 


          Kemudian, pada 2006 BPCB melakukan peninjauan ulang sekaligus mengajukan proposal untuk ekskavasi situs. Permintaan itu baru disetujui pemkot 2010 namun belum tidak bisa terealisasi karena masih banyak situs yang diteliti.


Ekskavasi baru terealisasi pada 2018 lalu. “Anggarannya sharing pemkot dengan BPCB Jatim,” tuturnya.


          Pada 2018, ekskavasi pertama menemukan keberadaan klotok I. Selanjutnya pada 2019, melanjutkan ekskavasi Candi Klotok I dan menemukan bangunan Candi Klotok II. Saat itu juga ditemukan Petirtaan. Kemudian, pada 2020 mulai dilakukan ekskavasi petirtaan dan ditemukan Candi III. Terakhir pada 2021 BPCB menuntaskan penemuan Candi Klotok III.(rq/ut/bersambung)   


           


         


 


 

Editor : adi nugroho
#gunung klotok