Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Amanda Kirana Angelita, Siswi SDN Kutorejo 1 yang Viral di HAN 2021

adi nugroho • Senin, 26 Juli 2021 | 20:08 WIB
amanda-kirana-angelita-siswi-sdn-kutorejo-1-yang-viral-di-han-2021
amanda-kirana-angelita-siswi-sdn-kutorejo-1-yang-viral-di-han-2021


Video Amanda bertanya ke Presiden Jokowi tentang pekerjaan presiden langsung viral di Hari Anak Nasional (HAN) pada 23 Juli 2021. Ucapan selamat datang dari teman-teman SD,  guru SDN Kutorejo 1 hingga teman-teman orang tuanya kepada Amanda. Sebagai anak SD yang sudah  setahun lebih tidak bisa belajar di sekolah karena  Covid-19 merajalela, Amanda ingin agar pandemi segera berakhir. Dia ikut memberikan dukungan riil Gerakan Teplek'an yang dilaunching Plt Bupati Marhaen Djumadi di Pendapa Nganjuk saat HAN 2021.


KAREN WIBI, KERTOSONO. JP Radar Nganjuk



"Saya ikut teplek'an," ujar Amanda kepada papa dan bundanya setelah membaca berita Gerakan Teplek'an di Jawa Pos Radar Nganjuk. Anak pertama pasangan Rully Prasetyo dan Hesti Yanuarita ini langsung masuk kamarnya. Dia mengambil tas kecil berwarna pink dari lemari. Tas itu disembunyikan di bawah pakaiannya. Ternyata, tas itu berfungsi sebagai celengan. Sengaja disembunyikan agar tidak ada yang tahu.


Rencananya, uang di tas itu untuk membeli kambing kurban. Namun, karena saat Idul Adha 1442 H, uang yang dikumpulkan dari sangu Lebaran dan uang jajan harian masih berjumlah Rp 1.850.000, keinginan membeli kambing kurban terpaksa ditunda. Harga kambing kurban berukuran besar masih di atas Rp 3 juta. Dia mengambil satu lembar uang pecahan Rp 100 ribu dari dalam tas. "Rp 100 ribu ini untuk Teplek'an agar Covid-19 segera hilang," ujarnya.


Karena dia tinggal di perbatasan Kabupaten Kediri, Kabupaten Jombang, dan Kabupaten Nganjuk, tepatnya di Dusun Mengkreng, Desa Mekikis, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Nganjuk, Amanda tidak bisa langsung memberikan uang Rp 100 ribu ke panitia Teplek'an. Dia meminta orang tuanya,  mentransfer uang Rp 100 ribu ke panitia Teplek'an. Beruntung, jarak rumah Amanda dengan Kertosono tidak terlalu jauh. Hanya sekitar 3 kilometer. Karena itulah, Amanda bersekolah di SDN Kutorejo 1 Kertosono. Hampir semua aktivitas warga desa di perbatasan tiga kabupaten itu ada di Kertosono. Pendidikan, kesehatan, hingga perekonomian.


Amanda diajak langsung transfer uang melalui mesin ATM. Ini juga sebagai salah satu cara memotivasi orang tua agar anaknya rajin bersedekah.


Nama Amanda sendiri menjadi viral di media nasional pada Hari Anak Nasional (HAN) 2021. Saat itu, dalam konferensi video dengan Presiden Joko Widodo, dia mengajukan pertanyaan tentang pekerjaan seorang presiden. "Kalau jadi presiden ngapain aja?" tanyanya.


Saat itu, Jokowi langsung tertawa mendengar pertanyaan Amanda. Setelah itu, orang nomor satu di Indonesia ini menjelaskan pekerjaan presiden. Mulai dari memimpin rapat, mengecek jalan rusak mulai dari Aceh hingga Papua. "Ngecek waduk, ngecek airport," ujar Jokowi.


Sebenarnya, Amanda hampir tidak bisa mengikuti konferensi video yang bertepatan dengan ulang tahunnya ke-11 pada 22 Juli 2021. Karena dia hanya tinggal di rumah bersama Imbang, neneknya. Sedangkan, orang tuanya bekerja. Saat Lutfi, guru kelas VA SDN Kutorejo 1 memberi pengumuman di grup kelas 5A untuk mengikuti konferensi video dengan kemendikbud, orang tuanya kebingungan. Mereka tidak bisa mendampingi. Handphone Amanda juga tidak support untuk konferensi video. Akhirnya, Amanda memutuskan untuk pergi ke rumah neneknya, Sukarni yang ada di depan rumahnya. Di sana ada, Ekky Sahara Putri, bibinya yang bisa membantunya mengikuti konferensi video. Setelah bisa masuk ke konferensi video, Amanda mengirimkan pesan WA ke ibunya.


Tak diduga ternyata konferensi video itu bersama Jokowi. "Saya sendirian ikut zoom meeting . Mbak Ekky  dan eyang tri masak di dapur," ungkap Amanda.


Pertanyaan ke Jokowi itu murni dari dirinya sendiri. Tidak ada yang mengajari. Karena dia bercita-cita menjadi presiden. Jadi, Amanda ingin tahu tugas-tugas presiden. "Kalau saya bercita-cita jadi presiden karena ingin menciptakan kendaraan berbentuk kapsul yang ecogreen dan tidak terkena korona. Gratis bagi masyarakat miskin," ujarnya.


Bagi Amanda, korona itu jahat. Dia sempat tidak bisa berdekatan dan tidur bersama bundanya. Penyebabnya, sang ibu harus menjalani isolasi mandiri di kamar. Amanda harus tidur di kamar bersama Imbang. Saking rindunya, Amanda sempat mengintip ibunya dari balik jendela.


Bahkan, di hari ke-12 sejak ibunya sakit, Amanda memaksa bertemu langsung. Akhirnya, keinginan itu dituruti. Syaratnya adalah jaga jarak dan memakai masker. Amanda di atas kasur kamarnya dan ibunya di ruang tengah. Saat mengobrol itulah, dia terus menangis dan memaksa memeluk ibunya. Tapi tetap dilarang orang tuanya karena swab test untuk mengetahui apakah sudah negatif belum dilakukan. Akhirnya, jadwal swab test yang seharusnya dilaksanakan di hari ke-14 terpaksa dimajukan. Semalaman Amanda menangis sampai ketiduran.


Beruntung keesokan harinya, hasil swab test ibunya sudah negatif. Meski demikian, Amanda masih belum bebas berpelukan. Selama dua hari tetap pakai masker dan tidak boleh sering-sering berpelukan. Khawatir masih ada virus korona di tubuh ibunya.


"Saya ingin Covid-19 segera hilang. Jadi bisa sama orang tua, bersekolah, berenang, dan main sama teman-teman," ujar anak yang hobi berenang ini.


Karena itu, Gerakan Teplek'an yang bertujuan membantu warga terdampak Covid-19 langsung menarik perhatian Amanda. Siswi kelas VA SDN Kutorejo 1 Kertosono ini rela menyumbangkan uang 100 ribu untuk membantu sesama. "Saya ikhlas nyumbang Rp 100 ribu," ujarnya.


Sementara itu, Plt Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi berharap, Teplek'an menjadi gerakan untuk menggugah kesadaran masyarakat tentang pentingnya gotong royong dan membantu sesama saat pandemi Covid-19. "Siapa saja boleh ikut Teplek'an. Sumbangan yang diberikan itu sukarela, bisa uang atau barang," pungkasnya.

Editor : adi nugroho
#kabar nganjuk #radar nganjuk