KH Moh. Hasyim Afandi terpilih menjadi ketua tanfidziyah PCNU Kabupaten Nganjuk periode 2021-2026. Banyak tantangan yang harus dihadapi Abah Hasyim-panggilan akrab KH Moh. Hasyim Afandi menakhodai NU Nganjuk. Apalagi, pandemi Covid-19 belum berakhir.
“Saya ini satu angkatan dengan mantan Wabup Nganjuk Pak Djaelani Ishaq,” ujarnya. Sebelum menjadi pengurus PCNU Kabupaten Nganjuk, Abah Hasyim seorang politisi. Dia menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Nganjuk selama dua periode, yaitu 2004-2014 dari PKB.
Setelah itu, Abah Hasyim menjadi pengurus PCNU Kabupaten Nganjuk. Dia menjadi Sekretaris PCNU Nganjuk dua periode. Yaitu, mulai tahun 2011 hingga 2021. Kemudian, di Konferensi Cabang (Konfercab) XX NU Nganjuk di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Aziz, Kecamatan Lengkong pada Jumat sore (29/5), Abah Hasyim terpilih menjadi ketua tanfidziyah. Abah Hasyim mendapat 179 suara. Sedangkan, KH Zainal Arifin dan KH Bisri Hisyam masing-masing memperoleh 112 suara dan 77 suara.
Selain menjadi politisi, Abah Hasyim juga seorang akademisi. Kakek dengan delapan cucu ini menjadi guru di MAN Nglawak sejak 1980. Kemudian, Abah Hasyim juga mengajar di MA Al Khidmah Ngronggot. Lalu, menjadi dosen di STAIM Nglawak dan STAI Darussalam, Krempyang. “Seminggu itu saya mengajar tiga hari,” ujarnya.
Meski jadwal padat tetapi Abah Hasyim tetap fit. Karena saat ini Abah Hasyim sudah berusia 66 tahun. Aktivitas sehari-hari, Abah Hasyim juga masih mengemudi sendiri. “Alhamdulillah saya masih fit. Bahkan, rasanya masih seperti remaja,” ujarnya.
Saat pandemi Covid-19 ini Abah Hasyim tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) agar tidak tertular Covid-19. Saat beraktivitas di luar rumah, dia selalu memakai masker. Kemudian, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak.
Selain itu, kebiasaan mandi keramas setiap hari sebelum salat tahajud tetap dilakukan. Mandi keramas sekitar pukul 02.30 WIB itu tetap dilakukan sejak muda hingga sekarang. Karena hal itu diyakini bisa membuat tubuh fresh. “Alhamdulillah orang tua saya juga masih hidup. Ayah saya Abah Afandi itu sudah berusia 98 tahun dan masih sehat,” ujarnya.
Dengan kondisi kesehatan yang prima, Abah Hasyim siap menjalankan amanat dari konfercab. Kakek asal Dusun Kedunglo, Desa Cengkok, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk ini akan fokus pada perkembangan empat bidang, yaitu pendidikan, kesehatan, perekonomian, dan dakwah.
Untuk pendidikan, Abah Hasyim ingin NU memiliki lembaga pendidikan yang unggul. Apakah itu di tingkat SD atau perguruan tinggi. “Yang jelas harus ada lembaga pendidikan NU yang unggul di Nganjuk,” ujarnya.
Pendidikan merupakan hal yang penting. Karena ini akan membentuk karakter anak. Karena itu, anak-anak yang akan menjadi kader NU nanti harus memiliki pengetahuan dan akhlaq yang baik.
Terkait bidang kesehatan, Abah Hasyim ingin ada rumah sakit NU yang representatif. Sehingga, warga NU bisa mendapatkan fasilitas kesehatan dengan baik.
Untuk perekonomian,usaha air minum akan dilanjutkan. Karena hal itu sudah mulai menunjukkan perkembangan. “Kami akan mengembangkan berbagai bidang usaha untuk meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Yang terakhir adalah dakwah. Abah Hasyim akan melakukan menggunakan metode dakwah secara online. Karena saat ini untuk menggelar pengajian dengan jamaah yang banyak masih belum diizinkan. Untuk itu, dakwah secara online dianggap lebih efektif saat pandemi Covid-19.
Editor : adi nugroho