Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kampung Kauman: Ada Kampung Arab, Ada Toko Kitab Terlengkap (27)

adi nugroho • Rabu, 26 Mei 2021 | 04:41 WIB
kampung-kauman-ada-kampung-arab-ada-toko-kitab-terlengkap-27
kampung-kauman-ada-kampung-arab-ada-toko-kitab-terlengkap-27

Plang di toko itu bertuliskan ‘Toko Persatuan Aba Hasan’. Jualannya, tumpukan kitab, kurma-kurma yang ditempatkan di toples, hingga bibit minyak wangi.


 


Ada belasan toko yang berjajar di Jalan Muria ini. Mayoritas menyediakan aneka kebutuhan rumah tangga. Tidak semuanya, ada satu yang barang dagangannya berbeda. Yaitu di toko yang plang namanya tertulis ‘Toko Persatuan Aba Hasan’.


Toko yang berada di Lingkungan Plongko, Kelurahan/Kecamatan Pare ini juga berbeda dari segi bangunan. Dilihat sepintas seperti tak jauh beda dengan ruko di sekitarnya. Namun bila mengamati dengan cermat, bangunan tersebut lebih berkesan klasik. Konstruksinya kokoh, temboknya juga tebal.


“Bangunan dengan standarisasi Belanda,” terang Imron warga Kampung Kauman Pare yang juga pemerhati sejarah lokal.


Perbedaan yang lain adalah barang-barang yang dijajakan. Bukan kebutuhan rumah tangga, toko ini menjual barang-barang berbau Islam. Terutama kitab-kitab agama. Juga menjual kurma hingga minyak wangi isi ulang. Kurma-kurma itu ditempatkan di toples-toples. Sesuai dengan jenisnya.


Toko itu adalah milik Muhammad Mukhodam. Biasa disapa Bang Muh. Tempat ini merupakan satu-satunya toko kitab yang ada di Kampung Kauman. Usianya juga sangat lama. Berdiri sejak awal 1970-an.


Dulu, toko ini didirikan oleh Abah Hasan, seperti nama yang tertera di papan nama. Abah Hasan adalah ayah dari Bang Muh. “Toko kitab itu diwariskan ke putranya yang seorang pendakwah di Pare dan sekitarnya,” terang Imron.


Lokasi berdirinya toko ini memang berada di Kampung Kauman. Namun, sebagian lagi menyebut wilayah ini sebagai Kampung Arab. Keberadaan Kampung Arab di dalam Kampung Kauman terkait aktivitas niaga yang lebih menjual barang keperluan umat Islam.


Bangunan tempat berjualan di Kampung Arab ini merupakan milik bangsawan Bawean. Deretan ruko-ruko ini sebagian ditempati dengan cara sewa, sebagian lagi dibeli warga keturunan Arab. Di tempat inilah mereka tinggal sekaligus berjualan.


“Bagian belakang digunakan sebagai tempat tinggal. Sedangan ruang terdepan sebagai tempat penjualan kitab-kitab pada saat itu,” terang bapak tiga anak itu.


Keberadaan Toko Persatuan Aba Hasan yang masih bertahan hingga saat ini pun lantaran menyediakan kitab-kitab yang diperlukan. Baik oleh perseorang maupun santri dari berbagai pondok pesantren di sekitar Pare. Mereka pun membeli dalam skala kecil maupun besar.


“Saudara muslim maupun santri pondok pesantren besar juga membeli kitab di sini. Karena yang dari pondok-pondok tidak dapat kiriman dari luar atau dari Arab, juga akan mengambil atau membeli di toko itu,” imbuhnya. (wi/fud)

Editor : adi nugroho
#kediri #pare #sejarah