Tiga tahun silam, Alfa Voice terpilih jadi juara nasional. Hingga kini grup nasyid ini masih eksis. Bahkan setelah lulus dari MAN 2 Kota Kediri, lima personelnya kuliah di universitas yang sama di Jogjakarta. Selama itu pun kerap tampil.
FAJAR RAHMAD, Kota, JP Radar Kediri
Selama pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) grup nasyid asli Kediri bernama Alfa Voice tetap aktif mengasah kemampuan berolah vokal. Padahal selama wabah itu melanda di Kota Tahu, jadwal manggung sempat vakum.
Barulah pada 17 Oktober 2020, grup nasyid yang lahir pada akhir 2017 dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Kediri ini kembali merasakan panggung untuk tampil. Grup beranggota lima pemuda ini manggung di acara Forum Literasi Kediri. Lokasinya di SDN 2 Semampir, Kota Kediri.
Meski terlihat gugup ketika akan tampil, namun penampilan mereka ketika itu dapat membuat suasana pecah. Ini terbukti dengan gema tepuk tangan dari penonton. Saat itu Alfa Voice membawakan lagu andalan mereka. Yaitu si Udin dan doa orang tua.
“Selama pandemi korona kami baru kali ini manggung Mas. Gugup banget karena lokasi penonton dan kami juga sangat dekat,” ujar Hafifudin, 19, vokalis Alfa Voice, saat ditemui setelah acara pada Sabtu (17/10).
Hafifudin mengaku, menerima tawaran manggung tersebut karena merasa aman dengan kondisi korona di Kota Kediri. Apalagi mereka telah lama tidak merasakan atmosfer tampil di depan para penonton. Bedanya dalam acara tersebut banyak penonton yang berasal dari pegiat literasi. Namun mereka terlihat lega setelah selesai tampil.
Sebelumnya Alfa Voice telah banyak dikenal orang ketika menjadi finalis lomba nasyid ‘ Syiar Anak Negeri’ yang diadakan salah satu televisi nasional. Para pemilik suara emas itu, selain Hafifudin, adalah Septian Dwi Pamungkas ,19; M. Faris Wilfary, 19; M. Wildan Habibi,19; dan Reyhan Akira Hafidz ,18, yang paling muda di grup vokal ini.
Saat ini mereka telah lulus dari sekolah madrasahnya. Para pemuda tersebut melanjutkan pendidikan di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Jogjakarta.
“Kami memang merencanakan untuk satu kampus setelah dari pihak televisi itu memberi hadiah berupa beasiswa melanjutkan pendidikan di UIN,” terang Hafid yang berasal dari Desa Kanigoro, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri.
Pada tahun 2019 Hafid dan Faris lebih dulu merasakan dunia perkuliahan. Usia keduanya memang paling tua di antara yang lain. Lalu pada 2020 ini, Reyhan , Wildan, dan Septian menyusul masuk perguruan tinggi yang sama. Mereka telah dua kali tampil di depan mahasiswa UIN.
Faris mengungkapkan, Alfa Voice kali pertama tampil dalam acara inaugurasi. Kala itu, ia seolah tak percaya grup nasyidnya dapat berdiri dan bernyanyi di depan ratusan mahasiswa. Sukses dengan penampilan pertama, mereka diundang lagi pada acara di salah satu fakultas UIN.
Bila di madrasah dulu masih terdapat pembina dan pelatih yang mendampingi Alfa Voice, kini Faris dan grup nasyidnya belum mempunyai pembina. Ini karena mereka masih baru di UIN Jogjakarta. Selain itu, mereka juga masih berkomunikasi dengan pelatihnya yang tinggal di Malang.
“Kami sering berlatih sendiri Mas. Pembina juga telah mempunyai anak didik baru. Pelatih saat ini di luar kota, meski begitu kami sering berkomunikasi,” terang Faris setelah latihan di Masjid MAN 2 Kota Kediri.
Ia menjelaskan, Alfa Voice ke depannya masih mempunyai target yang ingin dicapai. Lomba yang belum pernah diikuti dan dijuarai adalah lomba nasyid tingkat Asia Tenggara. Lomba ini rutin diselenggarakan di Thailand. Dengan mengikuti kompetisi ini mereka dapat naik level. Sehingga tidak hanya bertemu grup nasyid dari Indonesia saja.
Selain lomba itu, target Alfa Voice yang lain adalah memiliki lagu sendiri dalam waktu dekat. Mereka telah mulai menulis lirik lagu dan membuat chord. Sehingga dapat dinikmati para penggemarnya. “Kami berharap nantinya dengan rezeki yang dikumpulkan dapat memiliki studio rekaman sendiri Mas,” tambah Faris. (ndr)
Editor : adi nugroho