Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Suminah, Nenek Sebatang Kara Berjuang dengan Dua Penyakit

adi nugroho • Kamis, 23 Juli 2020 | 22:00 WIB
suminah-nenek-sebatang-kara-berjuang-dengan-dua-penyakit
suminah-nenek-sebatang-kara-berjuang-dengan-dua-penyakit

 


Usianya sudah melewati 70 tahun. Tapi, masa tuanya dilewati dengan penuh perjuangan seorang diri. Melawan penyakit kanker payudara dan tumor. Meski begitu, dia tidak ingin menyerah begitu saja.


 


LU’LU’UL ISNAINIYAH, Kabupaten, JP Radar Kediri


 


Siang itu udara terasa sejuk meski waktu sudah menunjukkan pukul 13.00 WIB. Perjalanan yang ditempuh dari Jalan Raya Pare-Plosoklaten menuju ke Desa Wonorejo Trisulo, Kecamatan Plosoklaten pun menyejukkan mata. Padahal jaraknya mencapai puluhan kilometer.


Cukup mudah mencari rumah nenek yang akhir ini tengah viral di jagat media sosial ini. Tepatnya berada di RT 01/RW 06. Dengan berbekal gawai dan menunjukkan foto nenek tersebut, orang sekitar sudah langsung mengetahui dan mengarahkan jalan menuju ke rumahnya. “Oh, itu nanti ada gang masuk ke kiri saja Mbak, nanti rumahnya sebelah barat kebun,” terang salah satu tetangga yang juga penjual gorengan itu.


Setelah mengetahui arah jalan, Jawa Pos Radar Kediri ini langsung menuju ke rumahnya. “Itu Mbak rumahnya yang ada gerbangnya itu, masuk aja,” tutur Winarsih, sang tetangga .


Pagar yang terbuat dari seng dan dicat warna oranye itu terlihat tinggi dan sesekali terbuka diterpa angin yang kala itu memang kencang. Dari depan, rumah itu memang tak terlihat. Karena pagar itu milik si pemilik rumah yang digunakan sang nenek untuk tinggal.


Begitu ke belakang, barulah terlihat rumah sederhana dengan anyaman bambu. Ukurannya hanya 4x2 meter dan hanya berlantai tanah. “Ini siapa ya? Monggo masuk nak,” terang nenek tersebut. Tubuhnya mungil, saat dilihat akan langsung tampak benjolan besar di mata yang hampir menutupi setengah wajah dan hidung.


Nenek itu memperkenalkan dirinya, ia bernama Suminah. Untuk umur rupanya Suminah tak ingat sama sekali. Jawaban polos pun diucapkannya. “Umur saya 27 tahun Nak, kata orang yang pernah main kesini kemarin,” ujarnya dengan datar. Hanya saja, diperkirakan Suminah telah melewati usia 70 tahun.


Ia pun menceritakan jika kini ia hidup sendirian di rumah berukuran kecil tersebut. Suminah mengaku jika tak memiliki anak dan suami yang sudah meninggal beberapa tahun lalu.


Sebelumnya, ia pernah tinggal di Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang bersama suaminya setelah menikah. Namun, setelah sang suami meninggal ia pun memutuskan pindah kembali ke Plosoklaten dengan kondisi sudah sakit.


Namun, Suminah yang memutuskan pulang ke asal untuk tinggal bersama adiknya pun tidak mendapat respon baik dari istri adiknya tersebut. “Ada masalah,” ujarnya. Karena tidak nyaman, Suminah pun saat ini sempat ingin kembali lagi ke Wonosalam dalam kondisi sudah sakit. Sebab, selain benjolan besar di mata, rupanya Suminah juga mengidap penyakit kanker payudara.


         Ternyata, kabar keinginan Suminah yang tidak betah dan ingin kembali ke Wonosalam pun terdengar hingga tetangga. Karena kasihan, akhirnya tetangganya pun dengan sukarela meminjamkan pekarangan belakang rumah untuk ditempati.


         Memang hunian yang sederhana, namun terlihat ia tenteram menempati rumah tersebut bersama ketiga kucingnya. “Ini milik tetangga yang ada di depan dan suruh nempati tanah ini Mbak,” ujarnya. Rupanya ia tak begitu mengingat nama tetangganya, memang usia yang tak muda lagi membuatnya sering pikun.


Dengan penyakit yang dideritanya, ia sering merasa kesakitan di bagian mata. Sesakali ia mengusap benjolan matanya. “Ini rasanya sering nyeri Mbak,” imbuhnya. Bahkan ia juga menunjukkan kaanker payudaranya dengan membuka baju. “Ini kemarin sudah dioperasi di rumah sakit Malang,” jelasnya.


         Beruntung, Suminah kini telah mendapat perhatian dari pemerintah desa dengan memberikan pengobatan. Yang pertama ia dibawa ke Rumah Sakit Kabupaten Kediri (RSKK). Kemudian ia dirujuk menuju ke rumah sakit yang ada di Malang untuk operasi kanker. Rencananya, hari Mingg ini, ia akan menjalani operasi kembali di Malang.


“Sebelumnya ini keluar darah terus Mbak, sampai ke baju-baju juga,” jelas perempuan yang sering disapa Mbah Suminah ini. Kini penyakit tersebut perlahan mulai membaik dan tinggal menunggu pemulihan saja.


         Setelah beberapa waktu yang lalu foto Mbah Suminah sempat diunggah di media sosial. Kini ia mulai sering didatangi oleh orang baik hati hanya sekedar menjenguknya dan membawakannya sembako. Memang ia hidup sendiri serta harus memasak sendiri juga. Untuk menu masakan pun dibilang tak mewah hanya sekedar tahu dan urap sayur saja. (dea)

Editor : adi nugroho
#radarkediri #penyakit