Keceriaan Agnal Yohanes Nikola saat bermain layang-layang berubah jadi malapetaka. Bocah 10 tahun asal Kelurahan Banaran, Kecamatan Kertosono itu mengalami kecelakaan. Dia terjatuh dari lantai 3 Pasar Kertosono.
ANDHIKA ATTAR, KERTOSONO, JP Radar Nganjuk
Agnal Yohanes Nikola terbaring lemas di kasur RSUD Kertosono kemarin. Matanya terpejam. Sembari menahan rasa pusing, sesekali dia mengerang kesakitan. Iin Prasetyawati, 40, sang ibu dengan sabar mengipasi badannya yang kegerahan.
Setiap kipasan membuat Niko –sapaannya- sedikit tenang. Sebaliknya, saat berhenti atau ditinggal sebentar, dia akan menggumam mencari ibunya. Alhasil, pergelangan tangan Iin pun tak hentinya menggerakkan kipas dari anyaman bambu.
Keluarga kecil tersebut sedang mendapat cobaan dari Sang Pencipta. Niko harus dirawat intensif di ruang Bougenvil. Hal itu terjadi setelah bocah 10 tahun tersebut terjatuh dari lantai 3 Pasar Kertosono yang sedang dibangun pada Jumat lalu (10/7).
Kala itu, Niko sedang asyik bermain layang-layang bersama beberapa teman sekampungnya di Kelurahan Banaran, Kertosono. Layang-layang yang dimainkannya mulai mengangkasa. Sedang seru-serunya, dia pun tak sadar terus mundur-mundur tanpa memperhatikan tepian bangunan tersebut.
“Kalau dari kabar yang saya dengar, anak saya tak sadar mundur-mundur hingga akhirnya terjatuh,” ujar Agus Yulianto, 40, ayah Niko, saat ditemui Jawa Pos Radar Nganjuk kemarin siang.
Bocah yang dikenal suka bergaul tersebut pun terjun bebas. Hingga akhirnya dia mendarat dengan keras di atas material proyek pembangunan pasar tersebut. Yang mana, banyak bebatuan dan bahan material kasar khas proyek bangunan.
Kepalanya menghantam keras salah satu material yang diyakini berbahan beton tersebut. Dia diduga kuat terjatuh dengan posisi terlentang. Pasalnya, wajah Niko terlihat masih bersih. Nyaris tanpa adanya luka lecet. Namun, kepala belakang dan punggung dikatakan dokter mengalami luka serius.
Kepala belakangnya terluka dengan bentuk bintang tiga. Luka yang parah, membuat kepalanya langsung bocor. Darah segar mengucur deras membasahi kepala dan badannya. “Pundak belakangnya juga ada yang retak,” imbuh Agus.
Kecelakaan mengerikan itu pun sontak membuat teman-teman Niko yang awalnya bermain bersama tersebut ketakutan. Menurut Agus, teman-teman anaknya tersebut langsung kabur melarikan diri saking bingungnya.
Di sisi lain, Ambar Wahyu Hana, 41, petugas Pasar Kertosono yang berada di timur pasar mendengar teriakan. Dia lalu melepas pandang ke arah sumber suara. Dia sadar awalnya di sana banyak anak bermain layang-layang. Namun, tiba-tiba berhamburan kabur.
Lantaran curiga, Ambar lalu memeriksa ke dalam pasar tersebut. Dia yang pertama kali menemukan Niko tergeletak tak berdaya berlumuran darah. Refleks, dia lalu meminta tolong kepada warga dan perangkat desa setempat. “Oleh warga langsung dibawa ke RSUD Kertosono,” sambung Agus.
Ayah empat orang anak itu sendiri sedang tertidur lelap di rumah saat kejadian berlangsung. Wajar, dia baru saja pulang bekerja sebagai tukang parkir dan pekerja kasar di Pasar Kertosono baru hasil relokasi sekitar pukul 13.00. Aktivitas tersebut dilakukannya mulai subuh.
“Saya tiba-tiba dibangunkan tetangga dan diberitahu kejadian tersebut,” ungkapnya. Sontak, hati Agus mencelos. Seperti ada batu besar yang menghantamnya dengan keras. Dia mengaku benar-benar tak menyangka anaknya terluka parah hingga dilarikan ke RS.
Agus langsung bergegas menuju RSUD Kertosono bersama perangkat desa dan anggota Polsek Kertosono. Sementara itu, Niko sedang mendapat perawatan intensif di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD). Melihat anaknya terbaring tak berdaya, hatinya pun terasa seperti diiris-iris.
Belasan jahitan mendarat di kulit kepala belakang Niko yang bocor. Beruntung, Agus mengakui bahwa anaknya merupakan anak yang kuat. Bahkan, dalam kondisinya yang kesakitan dan setengah sadar, sang anak masih sempat meminta maaf kepadanya.
“Tiba-tiba dia meminta maaf. Pak, sepurane, ya,” tiru Agus dengan mata yang berkaca-kaca.
Tak henti-hentinya dia berdoa untuk kesembuhan Niko. Dia berharap anaknya dapat segera sembuh dan beraktivitas seperti biasanya. “Dia ini tipe anak yang rajin. Apalagi urusan beribadah. Dia juga aktif di masjid,” ungkap Agus.
Sementara itu, Kapolsek Kertosono Kompol Djamin mengatakan, pihaknya langsung melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara (TKP) di sana. Pihaknya ingin memastikan bahwa tidak ada unsur pidana atau kesengajaan atas kejadian tersebut. “Murni kecelakaan saat bermain layang-layang. Tidak ada unsur kesengajaan,” tandas Djamin.
Editor : adi nugroho