Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Rudi Gondrong, Relawan Penjaga Alas Untung

adi nugroho • Minggu, 5 Juli 2020 | 20:00 WIB
rudi-gondrong-relawan-penjaga-alas-untung
rudi-gondrong-relawan-penjaga-alas-untung

Pria ini tergerak hatinya melihat luas hutan yang mulai berkurang. Dia pun mengambil biji pohon, menyemainya. Bila sudah besar ditanam lagi di hutan.


 


Namanya Rudianto. Panggilannya Rudi Gondrong karena rambutnya yang memanjang. Pria 34 tahun yang beralamat di Dusun Kalasan, Desa Jarak, Kecamatan Plosoklaten ini mulai tertarik membuat pembibitan pohon langka sejak 2018. Setelah melihat hutan di dekat rumahnya, Alas Untung, yang mulai berkurang luasnya karena pohon yang bertumbangan.


Di halaman rumahnya yang dekat dengan Alas Untung, ada puluhan bibit pohon yang tengah ditangkar. Seperti pohon joho, jambu alas, kluwek, asem alas, mojo, pule, kedawung, gayam, loa, dan lain-lain.


Alas Untung adalah hutan yang vegetasinya masih bervariasi. Khas seperti hutan-hutan tua. Dari hutan itu, Rudi mengambil biji-biji pohon. Untuk disemai rumahnya. Jika sudah berkecambah dipindah ke polybag.


“Saya ambil bijinya dari Alas Untung. Di sana jenis pohonnya masih banyak” kata Rudi.


Di teras rumahnya yang tampak asri itu banyak bibit yang sudah berusia di atas tiga bulan. Bibit-bibit itu sebetulnya sudah siap ditanam. Menurut Rudi, jika tidak ada yang mengambil akan dikembalikan ke Alas Untung. “Nanti kalau sudah besar, saya kembalikan ke Alas Untung. Ambilnya dari sana, dikembalikan ke sana,” kata Rudi.


Bagi Rudi, Alas Untung begitu berharga. Sebab banyak aktivitas warga desa yang ditunjang keberadaan hutan tersebut. Seperti sumber air yang mengalir dari hutan ke desa-desa. Sumber untuk kehidupan sehari-hari. Dan juga untuk mengairi sawah.


Tapi, menurut Rudi, sumber air yang berada di Alas Untung itu airnya mulai berkurang tahun demi tahun. Seingat Rudi, di masa kecilnya sumber air itu dua kali lebih besar dari yang sekarang. “Dulu dua kali lebih besar daripada yang sekarang,” kata Rudi.


Hal itulah yang membikin Rudi tergerak untuk menyemai pohon-pohon. Sebab menurut Rudi, berkurangnya sumber air itu karena berkurangnya pohon di Alas Untung. Oleh karena itu Rudi menyemai pohon-pohon.


“Kan ada pohon yang butuh dibantu penyemainya. Seperti pohon joho,” terang Rudi.


Rudi mengaku sulit mencari bibit pohon joho. Untuk memecahkan bijinya perlu dibantu. “Kecambahnya jarang kita jumpai di hutan. Perlu disemai sendiri,” kata Rudi.


Selain menyemai pohon untuk dikembalikan ke Alas Untung, Rudi juga mendonorkan bibitnya. Jika ada warga yang berminat Rudi akan memberikannya. Seperti pada 2018 lalu, Rudi bertemu Ari Punomo Adi, penggiat lingkungan yang mempunyai komunitas Gerarakan Nasional Donor Pohon (GNDP).


“Saya dulu ditanya sama Pak Ari, ternyata bibit yang dicari Pak Ari saya punya. Terus sejak itu Pak Ari sering ambil dari saya,” kata Rudi.


Menurut Rudi, pohon sangat penting untuk mengembalikan keseimbangan alam. “Ini usaha untuk membantu alam biar bisa stabil,” terang Rudi.


Tak seimbangnya alam itu, menurut Rudi, bisa dilihat dari tanda-tanda yang muncul dari pohon. Seperti pohon sriwil atau pterocymbium tinctorium yang berdaun merah senja. Menurut Rudi, pohon sriwil bisa menandakan pergantian musim.


“Jika bunganya sudah gugur itu menandakan akan musim hujan. Tapi sekarang tidak bisa memprediksi seperti itu,” kata Rudi.


Hal itu pula yang bikin Rudi mengedukasi masyarakat sekitar akan pentingnya merawat hutan. Terutama Alas Untung. Bahkan Rudi juga menjaga Alas Untung dari perusak.


Rudi mengedukasi mereka yang menanam tumbuhan lain, seperti pisang. Yang mengakibatkan pohon asli mati. “Tapi ya banyak yang menentang. Saya ini siapa,” ujar Rudi mengulang tentangan warga yang ngotot menanam pisang.


Rudi memang tak mempunyai izin resmi untuk menjaga Alas Untung. Rudi menjaga alas itu secara suka rela. Tak ada yang memberi gaji. “Ya meski banyak yang menentang saya tetap berusaha untuk menjaganya,” tandas Rudi. (ren/fud)

Editor : adi nugroho
#radarkediri