Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Rahmawati Kekeyi Putri Cantika di Tengah Perundungan dan Kontroversi

adi nugroho • Jumat, 12 Juni 2020 | 19:33 WIB
rahmawati-kekeyi-putri-cantika-di-tengah-perundungan-dan-kontroversi
rahmawati-kekeyi-putri-cantika-di-tengah-perundungan-dan-kontroversi

Kekeyi dibenci, Kekeyi dicari. Lagu berjudul Keke Bukan Boneka yang diunggah di channel-nya 29 Mei lalu, dihujani ratusan ribu komentar negatif meski sudah ditonton 30 juta kali. Tak ingin terus bersedih memikirkannya, gadis asal Desa Nglawak, Kertosono ini memilih terus berkarya.




SRI UTAMI, NGANJUK. JP Radar Nganjuk



Memakai kaftan berwarna soft pink, pemilik nama lengkap Rahmawati Kekeyi Putri Cantika baru itu keluar dari salah satu ruangan di kompleks Pringgitan, rumah dinas Bupati Novi Rahman Hidhayat sekitar pukul 17.00, Selasa (9/6) lalu. Sejurus kemudian, dari ruangan yang sama tampak beberapa orang membawa soft box dan peralatan lighting lainnya.



Duduk di salah satu kursi ruang tamu di Pringgitan, rasa lelah tak bisa disembunyikan oleh gadis berusia 25 tahun itu. Meski, make up dan busana yang membalut tubuhnya sore itu sama sekali beda dengan yang biasa dia kenakan. “Capek. Tapi senang,” ujarnya sembari menatap Ketua TP PKK Nganjuk Yuni Rahma Hidhayat yang ada di sampingnya.



Ya, sore itu Kekeyi dan Farida, sang ibu, memang menjadi tamu kehormatan Yuni. Dia sengaja diundang untuk berkolaborasi dengan perempuan yang juga aktif bernyanyi itu. Tak sekadar bernyanyi bersama, keduanya juga membuat konten tanya jawab di podcast dan channel Youtube milik istri Bupati Novi Rahman Hidhayat itu.



Tiba di Pringgitan sekitar pukul 11.00, Kekeyi yang harus menjalani serangkaian make up dan beberapa sesi perbincangan, baru bisa menyelesaikan pukul 17.00. “Setelah ini mau ada video call untuk acara di Jakarta,” sambungnya tentang kesibukannya sore itu.



Sejak me-launching single berjudul Keke Bukan Boneka pada  29 Mei lalu, gadis kelahiran 23 Maret 1995 itu memang jadi perbincangan. Bukan hanya karena lagu dengan lirik dan nada sederhana itu sempat bertengger di daftar trending Youtube selama seminggu. Belakangan, dia kembali menuai kontroversi karena salah satu bagian lagunya dituding menjiplak lagu berjudul Aku Bukan Boneka yang dipopulerkan Rini Idol 2007 silam.



Kolom komentar videonya pun dibanjiri ratusan ribu komentar yang mayoritas negatif alias merundung Kekeyi. “Saya baca satu per satu komentar (negatif, Red) itu,” akunya saat ditanya tentang single lagunya itu.



Seperti biasa, Kekeyi melakukannya sembari menyendiri di dalam kamar. Sedih. Menangis. Tetapi dia mengaku tidak ingin terlalu larut dengan hujatan yang terus datang kepadanya. “Kalau melihat saya sedih, mereka akan senang,” lanjutnya diselingi tawa renyah khas Kekeyi.      



Sebagai balasan untuk para haters yang sering mem-bully dirinya, anak semata wayang Farida itu memilih untuk terus berkarya. “Saya balas dengan karya,” urainya.



Setelah merilis single lagu Keke Bukan Boneka, dia berencana membuat video cerita pendek lucu di Youtube. “Seperti apa masih belum tahu. Pokoknya aku ingin membuat cerita pendek gitu,” bebernya.



Usai membuat heboh dengan konten tutorial make up menggunakan balon sebagai pengganti beauty blender, Kekeyi memang rutin membuat konten lain. Tak hanya tentang tutorial make up. Dia juga membuat konten sesuai tren. Misalnya, konten mukbang pentol, ayam, dan beberapa menu makanan lainnya.



Selain itu, dia juga terus mengunggah aktivitas kesehariannya. Termasuk aktivitas memandikan ayam atau angsa peliharaannya. Bumbu-bumbu kekonyolan khas Kekeyi juga disajikan di sana. “Aku sadar kalau kadang (konten, Red) itu garing. Tapi niatku positif. Untuk menghibur di kondisi pandemi seperti sekarang,” urainya.     



Jika belakangan tingkahnya itu menuai hujatan, dia mengaku berusaha untuk menerimanya. “Sebenarnya tetap sedih, tapi aku berusaha kuat. Tidak diperlihatkan di depan Mama. Nanti dia ikut sedih,” imbuhnya.



Farida, ibu Kekeyi yang sedari awal hanya menyimak menambahkan, dirinya sebenarnya ikut sedih melihat putrinya mendapat bully dari netizen. “Saya berpikir bagaimana menguatkan anak saya agar dia tidak down akibat itu,” urainya bersyukur Kekeyi bisa kuat.



Keteguhan Kekeyi kini berbuah manis. Setelah namanya semakin dikenal, pundi-pundi rupiah mengalir ke rekeningnya. Tetapi, dia mengaku tidak ada yang berubah pada dirinya. “Di belakang kamera saya tetap pendiam seperti dulu. Ingin terus menabung untuk masa depan. Harta itu hanya titipan,” tuturnya tentang pendapatannya dari Youtube yang semakin menggunung.



Terpisah, Yuni Rahma Hidhayat mengatakan, dirinya sengaja mengajak Kekeyi untuk collab sebagai bentuk dukungan kepada industri kreatif di Nganjuk. “Saya support, tapi juga saya nasihati karena banyak DM yang masuk ke Instagram minta saya menasihati Kekeyi,” ungkapnya.



Yuni berharap, selain Kekeyi kelak akan muncul banyak pemuda kreatif baru di Nganjuk. Tak hanya terkenal secara personal, mereka juga diharapkan bisa membawa nama baik Kabupaten Nganjuk.



Editor : adi nugroho
#kabar nganjuk #radar nganjuk