Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Siswa SMK Pawyatan Daha 1 Kediri, 10 Besar NUN SMK Swasta Se-Jatim

adi nugroho • Senin, 20 Mei 2019 | 22:19 WIB
siswa-smk-pawyatan-daha-1-kediri-10-besar-nun-smk-swasta-se-jatim
siswa-smk-pawyatan-daha-1-kediri-10-besar-nun-smk-swasta-se-jatim

Sempat pesimistis pada nilai UNBK-nya, Putri Larasati justru berhasil mengukir sejarah. Siswi SMK Pawyatan Daha 1 Kediri ini meraih peringkat 10 besar nilai ujian nasional (NUN) terbaik SMK swasta se-Jawa Timur. Bagaimana kisahnya?


 


BAGUS ROMADHON


 


“Buk, semisal nilaiku elek ojo nesu ya (Bu, jika nilaiku jelek jangan marah ya)”. Pernyataan itu yang diungkapkan Putri Larasati kepada ibunya. Kalimat tersebut meluncur dari mulut siswi SMK Pawyatan Daha 1 Kediri yang berhasil meraih 10 besar Nilai Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) setingkat Provinsi Jawa Timur (Jatim).


          Ia mengatakannya, sesaat sebelum hasil ujian diumumkan. “Jadi memang benar-benar nggak nyangka Mas bisa masuk 10 besar,” ujar Laras –sapaan akrabnya- kepada Jawa Pos Radar Kediri.


          Perasaan itu memang wajar dirasakan oleh siswa yang akan mengikuti ujian sepenting UNBK.  Meski begitu, Laras tak pasrah begitu saja. Ia memang rajin belajar. Meski dikenal pendiam, siswi ini pernah menjadi juara 2 Olimpiade Akuntansi tingkat provinsi.


“Memang dari kelas 10 sering ikut Olimpiade Akuntasi,” ungkap Agus Santoso, Kepala SMK Pawyatan Daha 1 Kediri, yang saat itu berada di samping Laras.


          Ditambah lagi, setelah masuk kelas 12 Laras makin intensif belajar soal-soal yang diujikan dalam UNBK. Di SMK Pawyatan Daha 1 Kediri, siswa kelas 12 sudah mulai fokus dengan pelajaran yang di-UNBK-kan. “Lebih difokuskan lagi sejak Januari, 3-4 bulan menjelang ujian,” tambah A.A Haryoko , wakil kepala bidang kurikulum SMK Pawyatan Daha 1 Kediri.


          Biasanya, jam tambahan pelajaran dimulai sejak pulang sekolah hingga sore. Setiap harinya, bimbingan tambahan tersebut diisi tiga mata pelajaran.


          Saat ditanya apakah ada resep khusus menghadapi UNBK? Laras menyatakan, kuncinya hanya rajin belajar soal-soal UNBK. Bahkan sehari ia bisa belajar hingga 3 jam selain bimbingan tambahan dari sekolah. “Biasanya setelah Isya sampai ngantuk Mas,” jelas anak pertama pasangan Subagyo dan Nur Komaryah ini.     


Selain itu, saat mengikuti bimbingan tambahan dari sekolah, Laras benar-benar fokus mengikutinya. “Jadi ya ikut terus bimbingan tambahan Mas,” terang  siswi kelahiran 20 Oktober 1999 ini.


          Salah satu bukti dari bimbingan tambahan tersebut berhasil adalah nilai UNBK Laras. Ia berhasil masuk 10 besar nilai UNBK terbaik untuk SMK swasta se-Jawa Timur. Selain itu, nilai rerata siswa-siswi SMK Pawyatan Daha 1 Kediri ini mengalami kenaikan yang signifikan dari tahun lalu.


          Laras berhasil meraih total nilai 361.00 dari empat mata pelajaran yang diujikan. Yakni bahasa Indonesia 96.00, bahasa Inggris 80.00, matematika 97.50 dan kelompok mapel peminatan (KMP) 87.50.


          Ada cerita menarik tentang nilai-nilai yang didapat Laras. Salah satunya nilai matematika. Menurut Laras, pelajaran matematika adalah pelajaran yang paling sulit. Saat tryout-pun hasilnya masih mengecewakan. Makanya, ia menggenjot belajarnya tentang soal-soal matematika. “Jadi sempet waswas untuk nilai matematika,” jelas siswi yang hobi nyanyi ini.


          Setiap hari porsi latihan soal matematika mendapat waktu yang lebih banyak. Ternyata kerja kerasnya itulah berhasil menjawab keraguannya atas nilai ujian matematika. Sedangkan untuk KMP yang notabene ia kuasai dan yakin mendapatkan nilai memuaskan, malah di luar prediksinya. “Mungkin karena aku fokusnya di matematika, jadi KMP belajarnya kurang maksimal,” tambahnya.


          Setelah lulus ini, Laras berharap melanjutkan impiannya. Salah satunya lolos di Sekolah Tinggi Akuntasi Negara (STAN). Ia sudah mulai mempersiapkan diri mengikuti ujian yang digelar Juli mendatang. “Karena saya ingin jadi pegawai negeri sipil,” harapnya.


          Melihat prestasi ini, Agus berharap, adik kelas Laras dapat mengikuti jejak Laras. “Semoga motivasi adik-adik tingkatnya juga dapat terus meningkat,” tambah Agus.


Untuk diketahui, SMK Pawyatan Daha 1 Kediri sudah membuka pendaftaran untuk siswa baru. Tepatnya sejak 6 April 2019 lalu. Adapun jurusan yang dimiliki SMK Pawyatan Daha 1 Kediri adalah Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran, Akuntansi dan Keuangan Lembaga, Bisnis Online dan Pemasaran, Multimedia, Perhotelan dan Teknik Komputer dan Jaringan


Ada  juga kelas unggulannya, yakni Kelas Matahari Departemen Store dan Axioo Class Program/TKJ . “Hal hal yang belum jelas dapat langsung ke panitia di SMK Pawyatan Daha 1 Kediri,” tambah Waka Kurikulum Hary, sapaan A.A Haryoko.


 


         


         


         


 


 

Editor : adi nugroho
#kediri